Pemkab Kubar Mulai Tender Proyek Jembatan ATJ Akhir 2026

Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) yang sedang dibangun di atas sungai.

Loading

Sendawar – Kelanjutan proyek Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki tahapan baru. Setelah melalui serangkaian proses penyelesaian dokumen administrasi, aspek legalitas, dan asistensi teknis sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menargetkan tender pekerjaan fisik jembatan dimulai pada akhir 2026 melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears).

Penyelesaian bentang Jembatan ATJ dirancang terintegrasi dengan penguatan konektivitas darat dari Kecamatan Mook Manaar Bulatn menuju batas wilayah Kutai Kartanegara di kawasan Kota Bangun.

Untuk menunjang fungsi jembatan, pekerjaan jalan penghubung dilakukan secara bertahap melalui skema tahun tunggal (single year). Pekerjaan tersebut mencakup penuntasan rekonstruksi ruas Jalan Simpang Muara Jawaq–Kampung Abit serta rekonstruksi lanjutan ruas Simpang Abit menuju batas Kukar.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyebut kehati-hatian dalam tahap persiapan menjadi kunci agar proyek infrastruktur strategis yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut dapat diselesaikan tanpa hambatan hukum maupun teknis di kemudian hari.

“Pekerjaan Jembatan ATJ sangat kompleks sehingga membutuhkan persiapan legal dan teknis yang matang. Akhir tahun ini kita targetkan tender konstruksinya berjalan agar konektivitas strategis dengan Kutai Kartanegara segera terwujud demi memangkas waktu tempuh logistik,” jelas Frederick Edwin dalam pidato pembangunan pada Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kutai Barat di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026).

Keberadaan Jembatan ATJ diproyeksikan menjadi jalur penting perekonomian baru yang mengurangi ketergantungan mobilitas warga pada penyeberangan sungai dan jalur memutar.

Jalur tersebut diharapkan mempercepat distribusi komoditas pangan, menekan disparitas harga barang pokok, serta memperluas interaksi ekonomi antara kawasan pedalaman hulu Mahakam dan wilayah pesisir Kalimantan Timur.

Dorong Melak Jadi Pusat Perdagangan dan Buka Koridor Lintas Daerah

Penuntasan Jembatan ATJ juga berkaitan dengan cita-cita awal pembentukan Kutai Barat untuk menjadikan Kecamatan Melak sebagai pusat perdagangan utama.

Menurut Bupati Frederick Edwin, posisi jembatan tersebut strategis karena tidak hanya menghubungkan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB), tetapi juga membuka koridor darat menuju Kota Bangun melalui Jembatan Martadipura, kemudian tersambung ke Samarinda dan Kutai Timur.

Akses melalui Melak Seberang yang semakin dekat diharapkan mempercepat aktivitas ekonomi kawasan perkotaan Kubar, mulai dari Melak, MMB, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, hingga Linggang Bigung.

Pemkab Kubar berharap percepatan pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani dapat memperluas konektivitas sekaligus mendorong pemerataan ekonomi masyarakat.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *