![]()
Penajam – Pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai perlu disertai pendampingan setelah peserta menyelesaikan program. Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M. Noor, mengingatkan bahwa pelatihan tidak akan memberikan dampak maksimal apabila peserta dibiarkan kembali tanpa dukungan untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh.
Menurut Syahrudin, pemerintah daerah harus membangun konsep pelatihan yang berkesinambungan, mulai dari proses pembelajaran hingga peserta mampu menjalankan usaha secara mandiri.
Ia mencontohkan sejumlah program pelatihan seperti tata rias, menjahit, dan keterampilan lainnya yang pernah dilaksanakan. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana hasil pelatihan tersebut mampu menghasilkan usaha baru.
“Kalau kita bikin pelatihan, hulunya itu dibuat pelatihan, hilirnya itu harus didampingi,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Syahrudin menilai peserta yang telah mengikuti pelatihan perlu memperoleh bantuan sesuai bidang keterampilan yang dikuasai. Misalnya, peserta pelatihan menjahit dapat diberikan mesin jahit agar memiliki sarana untuk memulai usaha.
“Orang yang sudah belajar menjahit, kita belikan mesinnya. Kemudian dibikinkan kios, baru sekolah-sekolah nanti diarahkan ke situ,” jelasnya.
Menurutnya, pola tersebut dapat membantu peserta mengubah keterampilan menjadi sumber pendapatan. Pemerintah juga dapat membangun kerja sama dengan sekolah, pelaku usaha, maupun sektor swasta untuk membuka peluang pasar.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pelatihan seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan atau banyaknya sertifikat yang diterbitkan.
“Kalau sudah dilatih dibiarkan begitu saja, ya enggak ada artinya,” tegasnya.
Syahrudin meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap peserta pelatihan sebelumnya, termasuk menelusuri berapa banyak yang telah membuka usaha dan berapa yang masih membutuhkan pendampingan.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk mengetahui apakah anggaran pelatihan benar-benar memberikan dampak terhadap pengurangan pengangguran dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap program peningkatan keterampilan ke depan memiliki target yang lebih terukur, mulai dari penempatan kerja hingga pembentukan usaha mandiri.
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat PPU.
(Adv)












