![]()
Balikpapan – Waktu melaut nelayan Kariangau, Balikpapan Barat, kini disebut menyusut dari 20 hari menjadi sekitar 15 hingga 18 hari. Di tengah perubahan kondisi pesisir yang mereka hadapi, penanaman 1.000 bibit mangrove kembali dilakukan untuk mendukung pemulihan lingkungan tempat masyarakat menggantungkan hidup.
Rusli, Ketua Kelompok Nelayan Sumber Bahagia, mengatakan perubahan kawasan pesisir menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian nelayan. Wilayah yang dahulu banyak ditumbuhi mangrove kini mengalami perubahan, sementara upaya perbaikan lingkungan dinilainya belum sebanding dengan kerusakan yang terjadi.
“Kalau kita bilang tingkat kerusakan dibandingkan perbaikan itu kan nggak berimbang,” kata Rusli saat ditemui di Kampung Nelayan Berdasi, RT 3, Kelurahan Kariangau, Kamis (22/10/2026).

Rusli, yang memimpin kelompok nelayan sejak 2011, mengatakan kelompoknya memiliki catatan aktivitas melaut sejak sekitar 2013 hingga 2014. Berdasarkan pengamatan mereka, waktu efektif melaut yang sebelumnya bisa mencapai 20 hari kini berkisar 15 hingga 18 hari.
“Dua tahun yang lalu bisa 20 hari, sekarang tinggal 18 hari sampai dengan 15 hari,” ujarnya.
Nelayan dalam kelompoknya umumnya mencari ikan di perairan sekitar pesisir dan tidak melaut jauh ke kawasan lain. Mereka biasanya kembali membawa hasil tangkapan setelah sekitar dua hari. Kondisi tersebut membuat perubahan lingkungan dan hasil tangkapan menjadi perhatian, meski Rusli tidak menyebut satu faktor sebagai penyebab tunggal berkurangnya waktu melaut.
Di tengah tantangan itu, kelompok nelayan tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan laut. Mereka mengembangkan budidaya bandeng dan mengelola usaha pemancingan di area sekitar 40.000 meter persegi sebagai sumber pemasukan tambahan.
Menurut Rusli, hasil budidaya yang melimpah tidak harus seluruhnya dijual sebagai panen. Sebagian ikan dapat dimanfaatkan untuk menarik pengunjung ke pemancingan. Kelompoknya juga berupaya meningkatkan nilai jual komoditas seperti kepiting melalui kerja sama dengan eksportir agar nelayan memiliki akses pasar yang lebih luas dan tidak terus bergantung pada tengkulak.
1.000 Mangrove Ditanam di Kariangau
Di luar pengembangan usaha, Rusli menilai pemulihan pesisir perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga mata pencaharian nelayan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembibitan dan penanaman mangrove.
Kelompoknya memanfaatkan botol air mineral bekas yang dipotong menjadi dua sebagai wadah pembibitan. Cara tersebut memungkinkan mereka menggunakan kembali barang yang berpotensi menjadi sampah sekaligus mengurangi kebutuhan membeli polibag plastik baru.
Upaya rehabilitasi pesisir kembali dilakukan melalui penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan Pemancingan Kampung Nelayan Berdasi, RT 3, Kelurahan Kariangau, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini digelar Karang Taruna Nusantara Maju Kelurahan Kariangau bersama PT Interport Mandiri Utama dalam rangka Bulan Bakti Karang Taruna 2026 dan peringatan hari lahir Karang Taruna ke-66.
Rusli mengatakan jenis mangrove tersebut dipilih karena, berdasarkan pengalamannya, tanaman itu dapat berbuah sepanjang tahun dan relatif cepat berbuah dibandingkan jenis lain. Namun, ia menilai keberhasilan penanaman tetap bergantung pada perawatan agar bibit dapat bertahan dan tumbuh.
Ia juga menyebut Interport telah lama memberikan dukungan kepada kelompok nelayan, salah satunya dalam kegiatan budidaya.
“Kalau Interport, khususnya untuk kita nelayan, sudah lama. Salah satunya budidaya, ada kontribusi pihak mereka,” kata Rusli.
Ia berharap dukungan terhadap kegiatan masyarakat pesisir tidak berhenti pada pelaksanaan program.
“Kontinuitasnya itu yang perlu dipertahankan.”
Penanaman 1.000 bibit mangrove menjadi salah satu upaya memperbaiki kawasan pesisir Kariangau. Namun, bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut, pekerjaan tidak selesai ketika bibit tertanam. Perawatan mangrove, pemulihan lingkungan, dan pengembangan sumber penghasilan perlu berjalan beriringan agar keberlanjutan pesisir juga memberi manfaat bagi kehidupan nelayan.












