![]()
Tenggarong – Kobaran api mengamuk di permukiman padat Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Sekitar 75 bangunan warga di kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan Sultan Alimuddin dilaporkan hangus terbakar.
Kebakaran terjadi Senin (5/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 WITA. Api dengan cepat merambat di antara bangunan yang berdempetan dan mayoritas berbahan kayu.
Petugas pemadam menghadapi situasi sulit. Selain angin kencang yang mempercepat perambatan api, pasokan air di lokasi juga terbatas.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar mengerahkan sembilan armada dan 90 personel gabungan untuk mengendalikan kobaran.
“Kami menerjunkan sembilan armada serta 90 personel dari regu piket maupun siaga untuk memadamkan kebakaran,” kata Kepala Disdamkar Kukar Fida Hurasani, dikutip dari ANTARA.
Fida mengatakan kondisi angin kemarau yang kencang dan rapatnya rumah kayu menjadi kendala utama petugas.
Masalah lain muncul dari keterbatasan sumber air. Sebagian armada tangki harus menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sangasanga sehingga pasokan air untuk pemadaman di Tenggarong ikut terbatas.
“Minimnya sumber air di lokasi kejadian menjadi hambatan lapangan karena sebagian unit armada sedang menangani karhutla di Sangasanga,” ujar Fida.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, petugas memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar permukiman. Mesin pompa portabel digunakan untuk mengambil air dari kolong rumah warga dan kolam di sekitar lokasi.
Petugas juga mendapat dukungan dari BPBD Kukar, armada tangki PDAM serta relawan kebencanaan.
Menurut Disdamkar Kukar, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar dua jam. Api kemudian berhasil dikendalikan agar tidak merembet ke permukiman lainnya.
Danau Aji Sudah Masuk Zona Merah
Kawasan permukiman Danau Aji bukan wilayah baru dalam peta risiko kebakaran. ANTARA melaporkan, Pemkab Kukar telah menetapkan kawasan tersebut sebagai zona merah rawan kebakaran sejak sekitar tiga tahun lalu.
Infrastruktur penunjang pemadaman turut membantu petugas. Hidran kering sepanjang sekitar satu kilometer yang terhubung dengan Sungai Tenggarong dapat digunakan untuk mengisi air armada pemadam.
Selain itu, terdapat dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.000 liter di kawasan permukiman.
Namun kondisi di lapangan tetap berat karena kobaran api bergerak cepat di antara bangunan yang rapat.
Laporan Koran Kaltim juga menyebut tiga warga sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan syok. Beberapa warga lansia dilaporkan sempat pingsan dan diamankan ke lokasi yang lebih aman.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Lokasi telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan Tim Inafis Polres Kukar masih mendalami penyebab munculnya api.
50 KK Kehilangan Tempat Tinggal
Sehari setelah kebakaran, dampaknya mulai terlihat. Pemkab Kukar menyiapkan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak yang rumahnya terbakar.
ANTARA melaporkan, rumah yang terbakar berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga. Pemkab Kukar melakukan pendataan untuk membedakan warga yang sebelumnya tinggal di rumah sendiri maupun rumah sewaan.
Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat mengatakan pemerintah berkoordinasi dengan Baznas dan Muhammadiyah setempat untuk menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara.
“Dari perangkat daerah akan terus melakukan identifikasi dan pendataan, baik warga yang memiliki rumah sendiri maupun yang menyewa. Dari data tersebut akan dilakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan,” kata Taufik.
Pemkab Kukar juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kini, setelah api padam, pekerjaan berikutnya adalah memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal mendapat tempat berlindung dan kebutuhan dasar.
Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.












