Tangani Pasien Rujukan Mahulu, RSUD HIS Diperluas dan Labkesda Dibangun 2027

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat merencanakan pembangunan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah pada 2027.

Loading

Sendawar – Peningkatan kapasitas layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendapat perhatian khusus pemerintah daerah. Berstatus sebagai rumah sakit rujukan utama bagi warga Kutai Barat dan kabupaten tetangga, Mahakam Ulu (Mahulu), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar (HIS) kerap menghadapi lonjakan jumlah pasien yang berdampak pada keterbatasan kapasitas ruang rawat inap dan sejumlah fasilitas penunjang medis lainnya.

Guna menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menetapkan alokasi proyek fisik strategis berupa renovasi dan pengembangan gedung RSUD HIS melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) pada tahun anggaran 2027. Langkah pengembangan ini dirancang untuk menambah ketersediaan tempat tidur rawat inap serta memperluas area tindakan medik demi mengakomodasi arus rujukan pasien dari wilayah pedalaman hulu Mahakam.

Bersamaan dengan perluasan gedung rumah sakit, Pemkab Kubar pada 2027 juga akan merealisasikan pembangunan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang representatif. Kehadiran Labkesda mandiri ini diproyeksikan mempercepat pengujian sampel medis klinis, pemeriksaan epidemiologi penyakit menular, hingga pengujian mutu air dan sanitasi lingkungan secara presisi di tingkat daerah tanpa harus bergantung penuh pada fasilitas laboratorium di luar wilayah.

Pemkab Kubar menilai urusan kesehatan merupakan urusan wajib pelayanan dasar yang tidak boleh terabaikan dalam arah pembangunan daerah.

“Kabupaten Kutai Barat telah memiliki sarana prasarana layanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang tersebar di 16 kecamatan. Kebutuhan akan peningkatan dan pemerataan akses layanan kesehatan bertumpu pada RSUD Harapan Insan Sendawar yang menjadi rujukan dari pasien Kabupaten Mahakam Ulu. Memenuhi kebutuhan tersebut, pada tahun 2027 akan dibangun secara Kontrak Tahun Jamak, yaitu Renovasi dan Pengembangan RSUD HIS dan Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah,” jelas Bupati Kubar Frederick Edwin dalam Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kutai Barat di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026).

Selain intervensi fisik gedung, Pemkab Kubar secara berkala terus melaksanakan pengadaan alat kesehatan (alkes) dan alat penunjang medik modern di puskesmas maupun rumah sakit rujukan. Dukungan perangkat medis mutakhir ini disiapkan untuk menopang para dokter dan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan diagnosis yang komprehensif, akurat, cepat, dan aman.

Langkah penguatan sarana dan prasarana kesehatan ini berjalan selaras dengan capaian pembangunan manusia di Kubar. Hingga tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Barat berhasil menyentuh angka 75,38, dengan usia harapan hidup masyarakat berada pada level 74,23 tahun, mengindikasikan membaiknya akses gizi keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *