Prevalensi Stunting Kubar Turun ke 11,49 Persen pada 2026

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi gizi dan layanan kesehatan di tingkat kampung.

Loading

Sendawar – Upaya konvergensi penanganan kasus gagal tumbuh kembang anak (stunting) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membuahkan perkembangan positif. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), angka prevalensi stunting di Kubar berhasil ditekan dari 12,31 persen pada 2025 menjadi 11,49 persen pada 2026.

Tren penurunan ini menunjukkan perkembangan pelaksanaan integrasi intervensi spesifik dan sensitif di tingkat posyandu, puskesmas pembantu, dan pemerintahan kampung.

Kendati mencatatkan capaian positif berdasarkan data pencatatan rutin lapangan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat tetap mewaspadai perbedaan dengan data pembanding Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Dalam survei rujukan nasional tersebut, prevalensi stunting Kubar masih tercatat sebesar 27,6 persen, berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur sebesar 22,2 persen maupun rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa perbedaan angka tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpuas diri, melainkan terus memperkuat upaya mengejar target RPJMD hingga di bawah 20 persen pada 2029 mendatang.

“Data E-PPGBM menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam memantau kondisi gizi balita dan mengevaluasi pelaksanaan intervensi di lapangan. Pemerintah dan semua pihak harus terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting dengan memastikan intervensi dilaksanakan secara tepat sasaran, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Edwin dalam pidato penyampaian kinerja pembangunan pada Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kutai Barat di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026).

Frederick menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah terkait, tim penggerak PKK dari tingkat kabupaten hingga dasawisma kampung, serta tenaga medis untuk mengawal rantai intervensi gizi keluarga sejak hulu. Pendampingan wajib menyasar calon pengantin melalui edukasi pranikah, pemeriksaan rutin serta pemberian asupan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui, pemenuhan gizi seimbang balita, hingga penyediaan infrastruktur sanitasi dan air bersih yang higienis di lingkungan tempat tinggal warga.

Upaya Pengentasan Stunting Kutai Barat

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) terus menggencarkan berbagai langkah strategis lintas sektor untuk menekan angka kasus tengkes (stunting). Upaya ini berfokus pada intervensi gizi, kesehatan, serta perbaikan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.

Upaya penanganan stunting di Kutai Barat dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya:

  • Peluncuran Program GEMILANG: Pemkab Kubar berkolaborasi dengan pihak swasta dan organisasi kemanusiaan, seperti doctorSHARE, untuk menjalankan Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang, dengan lokus awal di Kecamatan Melak dan Muara Pahu.
  • Optimalisasi Peran Posyandu: Pemerintah memperkuat fungsi posyandu di tingkat kampung melalui pemenuhan alat ukur antropometri yang terstandar dan peningkatan kapasitas kader untuk deteksi dini tumbuh kembang anak.
  • Ketahanan Pangan Rumah Tangga: Masyarakat digerakkan untuk mengoptimalkan lahan pekarangan melalui Program Pekarangan Lestari guna memenuhi kebutuhan gizi mikro keluarga secara mandiri.
  • Sinkronisasi Data dan Evaluasi: Pemkab Kubar menggandeng akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul) untuk menyelaraskan data kemiskinan dan stunting guna menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan yang lebih tepat sasaran.
  • Payung Hukum yang Kuat: Seluruh program kerja tersebut didukung secara formal melalui Peraturan Bupati (Perbup) tentang Percepatan, Pencegahan, dan Penanganan Stunting.

Pemkab Kubar optimistis melalui pemadanan basis data sosial mikro serta optimalisasi posyandu terpadu di 16 kecamatan, target pengentasan gangguan gizi kronis dapat dicapai demi melahirkan generasi muda pedalaman Kubar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *