Integrasikan Angkutan Sungai dan Darat, Pelabuhan Royoq Dibangun Skema Multiyears 2027

Dermaga Pelabuhan Royoq di Kampung Sendawar, Kutai Barat, yang direncanakan dikembangkan melalui skema multiyears mulai 2027.

Loading

Sendawar – Optimalisasi moda transportasi perairan di Sungai Mahakam terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah merancang pembangunan Pelabuhan Royoq di Kampung Sendawar melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) sebagai simpul transportasi terpadu angkutan sungai dan danau.

Keberadaan Pelabuhan Royoq difungsikan sebagai titik temu strategis antara arus logistik darat dan moda transportasi air. Fasilitas dermaga modern ini disiapkan untuk memperlancar bongkar muat komoditas lokal, memperkuat konektivitas antarkampung di tepian sungai, serta memangkas disparitas harga kebutuhan pokok di kawasan pedalaman.

“Pelabuhan Royoq akan menjadi simpul perdagangan dan logistik penting bagi Kutai Barat. Infrastruktur dermaga yang representatif ini diharapkan memicu efisiensi distribusi, menarik arus investasi baru, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” kata Bupati Kubar Frederick Edwin, Rabu (4/11/2026).

Masuk RIPN Kemenhub dan Jadi Penunjang Sentra Industri Koridor Darat

Kelancaran proyek fisik dermaga tersebut kini diperkuat dengan pengawalan legalitas dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy, mengungkapkan bahwa Pelabuhan Royoq telah masuk dalam dokumen Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) Kementerian Perhubungan dan saat ini tengah menunggu penetapan resmi untuk menjamin kepastian hukum serta dukungan pendanaan APBN.

Menurut Rita, keberadaan fasilitas dermaga yang tertata merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya ketergantungan mobilitas logistik warga pada alur Sungai Mahakam. Pelabuhan Royoq tidak hanya menjadi tempat sandar angkutan penumpang dan kapal barang, tetapi juga instrumen vital dalam meningkatkan standar keselamatan pelayaran serta menertibkan aktivitas bongkar muat di kawasan hulu.

Pengembangan fisik dermaga pada 2027 mendatang dirancang menyatu dengan zonasi kawasan pergudangan dan ekosistem jasa transportasi di sekitarnya guna memfasilitasi distribusi produk unggulan daerah ke pasar Kalimantan Timur.

Pembangunan simpul transportasi air ini terkoneksi langsung dengan percepatan rekonstruksi jalan darat antarkampung dan antarkecamatan oleh Pemkab Kubar, sehingga komoditas pertanian, perkebunan, dan industri rakyat dapat mengalir lancar menuju pelabuhan logistik tersebut.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *