![]()
Sendawar – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang dikemas dalam Festival Dahau 2026 resmi ditutup di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kamis (5/11/2026) malam.
Penutupan agenda tahunan tersebut dipimpin langsung Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dan disaksikan ribuan warga yang memadati arena panggung utama.
Ketua Panitia Festival Dahau, Yustinus Giri, mengatakan peringatan hari jadi kali ini diramaikan berbagai kegiatan lintas sektor yang menarik antusiasme masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pameran produk UMKM lokal, pentas seni dan tradisi daerah, hingga kompetisi olahraga rakyat.
“Seluruh rangkaian kegiatan sengaja dikemas secara sederhana, namun tetap sarat akan makna refleksi atas perjalanan panjang pembangunan Kutai Barat selama 27 tahun terakhir,” jelas Yustinus.
Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda, aparatur perangkat daerah, pihak swasta, pelaku UMKM, atlet, seniman, panitia, hingga masyarakat yang telah menjaga ketertiban, kebersihan, serta sportivitas selama festival berlangsung.
“Malam ini adalah momentum penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Konsepnya sederhana, tetapi memiliki makna refleksi yang sangat mendalam bagi perjalanan daerah kita,” tutur Frederick dalam amanatnya.
Malam puncak Festival Dahau juga menjadi ajang peluncuran wastra lokal, yakni Batik Tulis bermotif “ITAH OTUR”. Karya perajin asal Kampung Intu Lingau yang dibina Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat tersebut sebelumnya meraih Juara Harapan 3 dalam ajang Dekranasda Kaltim Award 2026.
Di balik kemeriahan perayaan, Frederick mengajak masyarakat kembali menatap masa depan daerah. Ia berharap semangat perayaan dapat menjadi energi gotong royong untuk mengawal pemerataan pembangunan hingga ke pelosok kampung.
“Peringatan HUT tentu akan berlalu, namun semangat memelihara kerukunan di tengah keberagaman dan pelestarian adat budaya luhur tidak boleh padam. Mari kita terus bersinergi demi mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” ajaknya.
Suasana semakin hangat saat Frederick bersama Wakil Bupati Nanang Adriani melakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda serta Bupati Kutai Barat periode 2006–2016, Ismail Thomas, bersama istrinya, Lusia Mayo, yang merupakan orang tua Frederick Edwin.
Malam penutupan Festival Dahau 2026 juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis lokal dan nasional. Ribuan warga menikmati hiburan musik hingga rangkaian peringatan HUT ke-27 Kutai Barat berakhir.
(Adv)












