![]()
Penajam – Persoalan pengangguran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi perhatian DPRD di tengah kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya kesempatan kerja.
Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M. Noor, menilai pemerintah daerah perlu memperkuat program pelatihan kerja yang mampu memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, terutama lulusan SMA dan SMK yang belum terserap di dunia kerja.
Dalam wawancara, ia menyoroti jumlah pengangguran yang disebut mencapai sekitar 3.997 orang. Kondisi tersebut perlu ditangani melalui program yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga hasil setelah peserta menyelesaikan kegiatan.
Syahrudin menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan dapat menjadi salah satu cara membantu masyarakat memperoleh kemampuan tambahan untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
Ia mencontohkan pelatihan barista dan housekeeping sebagai kegiatan yang dapat memberikan keterampilan sesuai kebutuhan sektor jasa.
“Setiap tahun saya melatih-melatih orang. Artinya apa itu? Mengurangi angka kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, supaya ada life skill,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memperluas program pelatihan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja di PPU.
Ia juga menilai persoalan pengangguran tidak bisa hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah. Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, serta instansi lain perlu membangun koordinasi.
Syahrudin turut menyinggung dampak berhentinya sejumlah proyek pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap tenaga kerja. Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian pekerja kembali mencari kesempatan kerja di daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi tenaga kerja harus dilihat berdasarkan asal dan domisili masing-masing pekerja.
“Kalau orang sini ya, pasti dapat kerjaan lagi. Kalau yang jauh ini ya enggak tahu dia kalau mau menetap di situ, beda hal,” katanya.
Menurut Syahrudin, pemerintah perlu memiliki data yang jelas mengenai karakteristik pengangguran agar kebijakan penanganan dapat lebih tepat sasaran.
Ia berharap program peningkatan keterampilan dapat diperkuat sebagai salah satu upaya membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
(Adv)












