Desa Berdaya Masuk Periode Ketiga, PLN Fokus Pulihkan Lingkungan Pesisir Tanjung Seloka

Pelajar ikut terlibat dalam aksi penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir Tanjung Seloka, Senin (11/8/2026).

Loading

Kotabaru – Upaya menjaga pesisir Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali digerakkan melalui Program Desa Berdaya Tanjung Seloka yang memasuki periode ketiga.

Program TJSL PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (PLN UPP KLT 4) tersebut tidak hanya menyasar kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat dan pelajar terlibat langsung dalam pengelolaan sampah, restorasi terumbu karang hingga penanaman mangrove.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah dari rumah. Masyarakat diajak memilah sampah organik dan residu sebelum menentukan cara pengolahannya.

Sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi atau teh serta daun, misalnya, dapat dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos. Sementara sampah yang tidak dapat diolah dipisahkan sebagai residu.

Edukasi tersebut juga memperkenalkan penggunaan aktivator EM4 dalam pengolahan sampah organik. Masyarakat diperkenalkan pada tahapan sederhana, mulai dari memilih bahan, mencacah, menyusun lapisan bahan, memberikan aktivator hingga memantau proses pengomposan sampai menghasilkan kompos matang.

Dr. Rina Iskandar, S.Pi., M.S., salah satu narasumber, mengatakan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

“Pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita bisa mulai dari rumah dengan memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Kalau dilakukan bersama dan konsisten, kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga lingkungan pesisir tetap bersih,” ujar Rina.

Menurut Rina, proses pengomposan juga membutuhkan pemantauan. Kondisi seperti bau busuk, munculnya banyak lalat, bahan terlalu basah atau proses yang berjalan terlalu lambat perlu diperhatikan agar pengolahan dapat menghasilkan kompos dengan baik.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah yang berpotensi masuk ke lingkungan perairan. Sebab, sampah plastik maupun sampah rumah tangga yang tidak dikelola dapat mengganggu kualitas lingkungan dan ekosistem pesisir.

Selain pengelolaan sampah, program tahun ini dilanjutkan dengan aksi restorasi terumbu karang dan penanaman mangrove.

PLN UPP KLT 4 bersama masyarakat dan pelajar mengikuti kegiatan tersebut dengan arahan Prof. Frans Tony dan tim. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran langsung bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, mengatakan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Desa Berdaya Tanjung Seloka yang telah memasuki periode ketiga.

“Memasuki periode ketiga, kami berharap Program Desa Berdaya Tanjung Seloka terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Tahun ini kami fokus pada lingkungan pesisir melalui edukasi pengelolaan sampah, restorasi terumbu karang, dan penanaman mangrove yang dilakukan bersama masyarakat dan pelajar,” ujar Ismail.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat dan pelajar menjadi bagian penting agar program tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam keseharian, terutama dalam menjaga lingkungan dari sumbernya.

Program tersebut juga melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, akademisi, pelajar serta masyarakat Desa Tanjung Seloka.

Yulius Kisworo, S.Pi., M.Si., dan Aminah, S.Pi., M.Pi., dari Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru turut memberikan edukasi mengenai dampak sampah plastik dan sampah rumah tangga terhadap lingkungan perairan.

Sementara Prof. Frans Tony bersama tim memberikan arahan dalam kegiatan restorasi terumbu karang dan penanaman mangrove.

Program Desa Berdaya Tanjung Seloka telah berjalan selama tiga periode. Pada pelaksanaan tahun ini, fokus program diarahkan pada penguatan kepedulian lingkungan sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga potensi pesisir.

Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap edukasi hingga aksi lapangan, PLN berharap upaya menjaga pesisir Tanjung Seloka dapat terus berjalan setelah program selesai dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *