![]()
Balikpapan – Dua nama besar bulutangkis Indonesia, Jonatan Christie dan Hendra Setiawan, memang berhasil membuat BSCC Dome Balikpapan bergemuruh. Namun di balik sorotan terhadap dua bintang tersebut, ada cerita yang jauh lebih besar dari Bayan Open 2026, yaitu 1.292 atlet sedang berebut kesempatan untuk membangun jalan menuju panggung bulutangkis nasional.
Bayan Open 2026 resmi dibuka di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (25/8/2026), setelah sebelumnya mulai mempertandingkan sejumlah kategori sejak Senin (24/8).
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, turnamen ini menunjukkan pertumbuhan signifikan. Saat pertama kali digelar pada 2022, Bayan Open diikuti sekitar 500 peserta. Tahun ini jumlahnya telah menembus 1.292 atlet dari berbagai daerah dan klub.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap ruang kompetisi bagi atlet muda, khususnya di luar Pulau Jawa.
Bayan Open 2026 juga bukan lagi sekadar turnamen regional. Tahun ini ajang tersebut berstatus Sirkuit Nasional (Sirnas) C PBSI, sehingga menjadi salah satu arena bagi atlet untuk mendapatkan poin dan meningkatkan peringkat nasional.
Turnamen mempertandingkan 22 kategori. Sebanyak 18 kategori masuk dalam Sirnas C, mulai kelompok usia dini hingga taruna. Empat kategori lainnya merupakan kategori open non-Sirnas, yakni ganda dewasa putra, ganda dewasa putri, ganda veteran putra dan kejuaraan beregu putra sekota Balikpapan.
Total hadiah uang pembinaan yang diperebutkan mencapai Rp600 juta.
Komisaris PT Bayan Resources Tbk, Jenderal TNI Purn. Budiman, mengatakan Bayan Open sejak awal dirancang untuk mendukung pembinaan atlet muda.
“Awalnya Bayan Open kami gelar pada 2022 dengan 500 peserta. Di tahun kelima ini telah berhasil menembus 1.284 peserta,” kata Budiman.
Kehadiran Jonatan Christie dan Hendra Setiawan kemudian memberi warna berbeda pada turnamen tersebut.
Keduanya tidak hanya tampil dalam laga eksibisi, tetapi juga memberikan coaching clinic kepada para peserta. Bagi atlet muda, kesempatan melihat sekaligus berinteraksi langsung dengan pemain yang telah merasakan persaingan tingkat dunia menjadi pengalaman yang tidak datang setiap hari.
Pada laga eksibisi pembukaan, Jonatan Christie berpasangan dengan Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menghadapi Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.
Pertandingan berlangsung meriah. Reli panjang, permainan cepat dan sejumlah smash keras membuat suasana BSCC Dome dipenuhi sorakan penonton.
Aksi berlanjut dalam pertandingan eksibisi berikutnya. Hendra Setiawan berpasangan dengan Jonatan Christie menghadapi Muhammad Reza Pahlevi Isfahani dan Sabar Karyaman Gutama.
Namun bagi penyelenggara, kehadiran dua bintang tersebut bukan semata-mata untuk membuat turnamen lebih meriah.
Mereka dihadirkan agar atlet-atlet muda dapat melihat lebih dekat standar permainan yang harus mereka kejar.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Kaltim, Dr. A. M. Fitra Firnanda, mengatakan kesempatan tersebut harus dimanfaatkan para peserta.
“Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan kalian dan manfaatkan kehadiran bintang tamu kita, atlet kelas dunia yang sudah juara dunia. Bukan tidak mungkin dari para peserta yang ada inilah akan lahir kembali juara dunia dari Indonesia,” ujarnya.
Menurut Fitra, keberadaan turnamen seperti Bayan Open juga menunjukkan pentingnya dukungan dunia usaha terhadap pembinaan olahraga daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Bayan dengan mengadakan event ini. Event seperti ini sangat diperlukan di seluruh cabang olahraga di Kalimantan Timur,” katanya.
Ia bahkan melihat dukungan perusahaan besar di Kaltim dapat memberi dampak lebih luas bagi prestasi olahraga daerah.
“Seandainya seluruh perusahaan batubara yang ada di Kalimantan Timur berkiprah seperti PT Bayan ini, otomatis dunia olahraga di Kalimantan Timur akan sangat menonjol di kancah nasional,” ujarnya.
Fitra berharap pembinaan tersebut ikut menopang target Kaltim untuk menembus tiga besar pada PON mendatang.
“Kita ditargetkan oleh Pak Gubernur dalam PON nanti tiga besar. Mudah-mudahan dari cabang bulu tangkis ini dapat medali yang banyak,” katanya.
Bagi Bayan, pertumbuhan jumlah peserta menjadi salah satu indikator bahwa turnamen tersebut terus menemukan tempat dalam ekosistem bulutangkis nasional.
Sebelumnya, penyelenggara juga menyebut Bayan Open menjadi wadah pembinaan yang konsisten karena kompetisi berskala nasional di luar Pulau Jawa masih relatif terbatas. Status Sirnas C membuat atlet Kaltim kini memiliki kesempatan lebih dekat untuk mengejar poin tanpa harus selalu bertanding jauh ke luar daerah.
Di luar lapangan pertandingan, penyelenggaraan Bayan Open 2026 juga dirangkaikan dengan Bayan Craft Art Festival yang menghadirkan puluhan UMKM, kuliner, kerajinan, pertunjukan seni tradisional dan modern.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perayaan 18 tahun Initial Public Offering (IPO) Bayan Resources Tbk sekaligus pelaksanaan program CSR perusahaan di Kalimantan Timur.
Dengan demikian, Bayan Open tahun kelima tidak hanya berbicara tentang siapa yang mengangkat trofi. Di balik persaingan 1.292 atlet, turnamen ini sedang membangun jalur yang lebih panjang: memperbanyak pertandingan, mempertemukan atlet muda dengan lawan dari berbagai daerah, membuka akses terhadap poin nasional, dan memperkenalkan mereka pada standar permainan yang lebih tinggi.
Jonatan Christie dan Hendra Setiawan boleh menjadi magnet yang membuat gedung bergemuruh.
Tetapi 1.292 atlet yang turun bertanding adalah cerita utama tentang ke mana bulutangkis Indonesia akan bergerak berikutnya.












