Anak KKN Ikut Hadapi Persoalan Stunting di Kuranji, 35 Balita Terindikasi

Shelvy Setia Innda bersama tim Puskesmas Giri Mulya usai mengikuti program pencegahan stunting di Kuranji, Rabu (29/7/2026).

Loading

Tanah Tumbu – Persoalan gizi ibu dan anak masih menjadi perhatian di Kecamatan Kuranji, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dari hasil pendataan di tujuh desa, tercatat 33 ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan 35 balita terindikasi stunting.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Pilar Kesehatan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama Puskesmas Giri Mulya bertajuk “Langkah Bersama Ciptakan Generasi Bebas Stunting”, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 tersebut tidak hanya diisi edukasi mengenai gizi, tetapi juga pemeriksaan kesehatan serta pemberian paket nutrisi bagi ibu hamil dan balita yang membutuhkan perhatian khusus.

Program tersebut turut melibatkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pemuda Surabaya yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kuranji.

Salah satunya Shelvy Setia Innda, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen yang menjalani KKN di Desa Giri Mulya sejak 18 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Shelvy terlibat langsung dalam proses registrasi dan pendataan peserta, mendampingi jalannya edukasi gizi hingga membantu penyaluran paket nutrisi kepada penerima manfaat.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman Shelvy menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan dibuka Kepala Puskesmas Giri Mulya, Endang Raudah, S.Kep.Ns., dan turut dihadiri Kepala Desa Giri Mulya, Kasmun.

Sementara edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya deteksi dini gangguan pertumbuhan anak disampaikan dr. Zuraidah Hafni, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, bersama ahli gizi Selvy Oktaviani, AMG.

Salah satu hal yang ditekankan dalam edukasi tersebut adalah pentingnya mengenali tanda-tanda gagal tumbuh atau faltering growth sejak dini agar intervensi dapat dilakukan sebelum kondisi anak semakin berat.

Selain edukasi, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan antropometri.

PPA bersama Puskesmas Giri Mulya kemudian menyalurkan paket “Langkah Sehat Bersama” yang berisi susu, vitamin, dan bahan makanan tambahan kepada ibu hamil maupun balita yang membutuhkan dukungan nutrisi.

Head Department HCGA PPA Site BIB, Noor Akhmad, mengatakan program tersebut dibangun melalui kolaborasi antara perusahaan, tenaga kesehatan, pemerintah dan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas,” ujarnya.

Bagi Shelvy, keterlibatannya dalam program tersebut memberikan gambaran langsung mengenai bagaimana persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kerja bersama, bukan hanya penanganan dari satu pihak.

Ia tidak hanya membantu kegiatan administratif, tetapi juga ikut berinteraksi dengan peserta dan mendampingi proses distribusi bantuan nutrisi.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran selama menjalankan KKN, terutama dalam membangun kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Melalui program tersebut, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan Hari Anak Nasional. Edukasi, pemantauan pertumbuhan, pemenuhan gizi, serta deteksi dini perlu terus dilakukan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *