![]()
Balikpapan – Sebanyak 47 warga dari 19 kepala keluarga (KK) di RT 48 dan RT 49, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan, masih bertahan di tenda pengungsian setelah kebakaran menghanguskan tempat tinggal mereka.
Sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan berat dalam kebakaran tersebut. Sementara tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan ringan, membuat 14 KK atau 29 jiwa harus tinggal sementara di rumah kerabat maupun warga sekitar.
Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui posko kebakaran pada Kamis (21/8/2026).
Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak, mulai dari bahan pangan untuk mendukung dapur umum, perlengkapan tidur hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA) Baru Ilir untuk memastikan bantuan dapat diterima warga yang membutuhkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons perusahaan terhadap kondisi warga yang sedang menghadapi masa awal setelah bencana.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga RT 48 dan RT 49 Kelurahan Baru Ilir. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus memberikan dukungan agar para korban dapat segera bangkit dan melalui masa pemulihan dengan baik,” ujar Dodi.
Bagi warga yang kehilangan rumah, kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan yang harus segera dipenuhi. Sebagian masih berada di tenda pengungsian, sementara warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan untuk sementara menumpang di tempat keluarga maupun tetangga.
Perwakilan KATANA Baru Ilir, Muhammad Yusup, mengatakan bantuan yang datang sangat membantu warga, terutama mereka yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga kami. Bantuan ini sangat membantu masyarakat yang saat ini masih berada di tenda pengungsian maupun tinggal sementara di rumah kerabat dan warga sekitar,” ungkap Yusup.
Salah seorang warga terdampak, Kariman, juga mengaku terbantu dengan bantuan tersebut. Kebakaran membuat sejumlah barang dan kebutuhan keluarganya ikut hilang.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Pertamina. Setelah kebakaran, banyak barang dan kebutuhan kami yang ikut hilang. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami dan keluarga,” tuturnya.
Bantuan perlengkapan sekolah juga menjadi perhatian dalam penyaluran tersebut. Anak-anak yang terdampak kebakaran ikut kehilangan sebagian barang kebutuhan mereka ketika rumah terbakar.
Respons tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan dalam membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional yang menghadapi kondisi darurat.
Kolaborasi dengan pemerintah kelurahan dan kelompok masyarakat diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan warga selama masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses pemulihan setelah kebakaran.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, bantuan tersebut menjadi salah satu penopang untuk melewati hari-hari awal pascakebakaran, sembari menunggu proses pemulihan dan penanganan lebih lanjut.












