![]()
Balikpapan – Sebuah gazebo di Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan, disiapkan bukan sekadar sebagai fasilitas baru bagi warga. Tempat itu menjadi bagian dari Karia Seraya, ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, dunia usaha hingga kelompok pemasyarakatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Karia Seraya digagas melalui kolaborasi Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan Group PT Pertamina Patra Niaga. Rangkaian kegiatannya berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/8/2026), mulai dari layanan kesehatan gratis hingga aksi bersih pesisir.
Gazebo Karia Seraya resmi digunakan pada Rabu (19/8). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, ibu hamil, dan balita di wilayah Sepinggan dan Sepinggan Raya.
Medical Area Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga bersama Puskesmas Sepinggan memberikan layanan kepada 50 lansia, 20 ibu hamil, dan 30 balita.
AFT Manager Sepinggan Group PT Pertamina Patra Niaga, I Ketut Sugawa, mengatakan keberadaan gazebo diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan fisik. Menurutnya, ukuran keberhasilan program justru terlihat dari aktivitas yang terus berlangsung setelah fasilitas tersebut dibangun.
“Keberhasilan sebuah program bukan hanya dilihat dari apa yang dibangun, tetapi dari apa yang terus hidup setelahnya,” ujar Ketut.
Ia berharap gazebo tersebut dapat menjadi tempat warga bertemu, berdiskusi, belajar, sekaligus menjalankan kegiatan sosial dan pemberdayaan.
“Tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cukup dimulai dari satu ruang, satu kegiatan, dan satu kepedulian, kemudian kita tumbuhkan bersama,” tambahnya.
Peresmian Gazebo Karia Seraya turut dihadiri jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, DP3AKB Kota Balikpapan, Bapas Kelas I Balikpapan, Yayasan Pendidikan An-Nahl, LPM dan LKM Sepinggan Raya serta unsur masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Badan Pengurus Harian Forum Komunikasi Karia Seraya juga dikukuhkan. Forum ini diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk mengembangkan kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Kolaborasi kemudian berlanjut ke kawasan pesisir.
AFT Sepinggan Group menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bapas Kelas I Balikpapan. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi klien Bapas untuk terlibat dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Sehari setelah peresmian gazebo, Kamis (20/8), kolaborasi itu diwujudkan melalui Aksi Bakti Pemasyarakatan berupa coastal cleaning di Pantai Seraya.
Para peserta bersama-sama membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang kawasan pesisir. Bagi klien Bapas, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk terlibat langsung dalam aktivitas yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Kepala Bapas Kelas I Balikpapan, Dedy Eduar Eka Saputra, mengatakan keterlibatan klien Bapas dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses agar mereka dapat kembali berperan di tengah masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung klien kami agar siap kembali bermasyarakat. Melalui kegiatan coastal cleaning ini, kami berharap mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi Kota Balikpapan,” ujar Eduar.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan lingkungan dapat menjadi ruang bersama bagi berbagai kelompok.
“Sebagai BUMN, kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Di tengah kesibukan sehari-hari, kami sangat bersyukur masih banyak pihak yang memiliki kepedulian dan bersedia bergerak bersama untuk menjaga kebersihan serta kelestarian pantai,” ujar Edi.
Ke depan, Karia Seraya tidak berhenti pada peresmian gazebo maupun aksi bersih pantai. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari belajar dan mengajar bersama relawan mahasiswa, kegiatan sosial dan lingkungan, hingga aktivitas kolaboratif bersama klien Bapas di kawasan Pantai Seraya.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Karia Seraya diarahkan menjadi ruang terbuka yang terus digunakan dan dikembangkan bersama masyarakat. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang bagi berbagai pihak untuk bertemu, bergerak, dan menghasilkan kegiatan yang berdampak bagi lingkungan sekitar.












