![]()
Kutai Kartanegara – Kobaran api muncul di kawasan lahan sawit dan gambut di perbatasan Desa Muara Leka dan Desa Aloh, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (21/8/2026).
Api diketahui saat Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai Serma Rasidi bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Manggala Agni melakukan patroli di kawasan tersebut.
Setelah menemukan titik asap, tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Air disemprotkan ke titik-titik api, sementara sekat bakar dibuat untuk menahan agar kobaran tidak merambat ke area lain.
“Sinergi di lapangan adalah kunci utama. Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kehadiran rekan-rekan BPBD, Manggala Agni, serta dukungan masyarakat sangat menentukan kecepatan dalam mengendalikan kobaran api,” ujar Serma Rasidi di lokasi pemadaman.
Kondisi medan yang cukup berat dan cuaca panas tidak menghalangi tim untuk terus melakukan pemadaman. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Penanganan karhutla tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu ancaman serius, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar dan lahan gambut.
Selain berpotensi meluas, karhutla juga menghasilkan asap yang dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan.
Karena itu, pemantauan titik rawan dan respons cepat di lapangan menjadi penting untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kolaborasi Babinsa, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan karhutla sekaligus menjaga kawasan lingkungan dan permukiman di sekitarnya.












