Kilang Makin Efisien, Pertamina Bidik Penurunan Fuel Cost dan Losses lewat Digitalisasi

Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan memulai Bulan Energi dan Losses 2026 untuk menekan pemborosan energi dan mengendalikan losses dalam operasi kilang, Kamis (27/8/2026).

Loading

Balikpapan – Efisiensi energi di kilang bukan hanya soal mengurangi pemakaian bahan bakar. Pertamina mulai membidik berbagai titik yang berpotensi menimbulkan pemborosan, mulai dari kebocoran uap hingga flare yang masih menjadi bagian dari proses operasi kilang.

Upaya tersebut menjadi fokus dalam Kick Off Bulan Energi dan Losses 2026 yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Efisiensi Energi dan Optimalisasi Losses dalam Semangat Digitalisasi”, program ini menjadi ajang bagi seluruh refinery unit Pertamina untuk mencari ruang efisiensi sekaligus mengendalikan kehilangan energi dalam proses operasi.

Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengatakan efisiensi tidak akan berjalan jika hanya menjadi perhatian sebagian pekerja. Kesadaran untuk menggunakan energi secara tepat harus menjadi bagian dari cara kerja seluruh pekerja di kilang.

“Bulan Energy & Loss menjadi momentum penting untuk semakin menumbuhkan kesadaran dan rasa ownership di kalangan seluruh pekerja,” ujar Didik dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Bengkirai, Gedung Banua Patra, Balikpapan.

Menurut dia, efisiensi energi juga berkaitan dengan upaya perusahaan mengurangi dampak lingkungan dan mendukung target Net Zero Emission.

Karena itu, penghematan tidak semata-mata dilihat dari berapa banyak energi yang berhasil dikurangi, tetapi bagaimana setiap energi yang digunakan memberikan nilai optimal bagi operasi.

Di tingkat operasional RU V Balikpapan, upaya tersebut diterjemahkan melalui sejumlah program yang menyasar titik-titik penggunaan energi dan potensi losses.

General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan setiap energi yang masuk dalam proses operasi harus dapat dikendalikan agar memberikan manfaat maksimal.

“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan panggilan dan komitmen bersama agar setiap energi yang kita gunakan menghasilkan value yang optimal,” kata Anto.

Ia menambahkan, pengendalian juga harus dilakukan terhadap setiap losses yang muncul dalam proses operasi.

“Setiap losses harus dapat kita ukur dan kendalikan, serta setiap keputusan operasional menjadi semakin cepat, akurat dan terukur,” ujarnya.

Sejumlah program pun disiapkan dalam Bulan Energi dan Losses 2026.

Di antaranya peningkatan efisiensi energi dan penurunan fuel cost, program Zero Steam Leak, peningkatan efisiensi boiler dan furnace, optimalisasi fired heater, hingga upaya memaksimalkan penggunaan fuel gas dan meminimalkan flare loss.

Program lainnya mencakup Reducing Losses Program serta berbagai inisiatif dekarbonisasi.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa efisiensi di kilang menyentuh berbagai bagian dalam proses produksi. Energi yang terbuang, kebocoran, konsumsi bahan bakar yang tidak optimal hingga penggunaan flare menjadi bagian yang harus terus dipantau.

Di sisi lain, digitalisasi didorong untuk membuat proses pemantauan dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan terukur.

Bagi Pertamina, efisiensi energi juga berkaitan langsung dengan pengendalian biaya operasi. Semakin optimal energi digunakan, semakin besar peluang perusahaan menekan konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga keandalan operasi kilang.

Didik mengatakan seluruh upaya tersebut harus dijalankan secara konsisten, bukan hanya selama Bulan Energi dan Losses berlangsung.

“Untuk itu, seluruh upaya tersebut perlu dijalankan dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” katanya.

Sementara Anto berharap rangkaian program tersebut dapat memperkuat budaya efisiensi di lingkungan RU V Balikpapan.

“Selamat mengikuti Bulan Energi dan Losses 2026, mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun operasi kilang yang efisien, andal, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kick Off Bulan Energi dan Losses 2026 di RU V Balikpapan turut dihadiri Head of Macroeconomy Strategic Research Aditya Nugraha, Analis Macroeconomy FBO Kementerian ESDM Dani Suharjianto, Vice President Refinery Performance and Excellence Wahyu Sulistyo Wibowo, jajaran manajemen dan section head RU V Balikpapan serta para Perwira RU V.

Program ini selanjutnya menjadi bagian dari kompetisi dan rangkaian kegiatan antar-RU Pertamina untuk mendorong inovasi dalam efisiensi energi, pengendalian losses, optimalisasi biaya dan dekarbonisasi.

Bagi kilang, persoalannya bukan sekadar bagaimana menghasilkan BBM, tetapi bagaimana proses tersebut dilakukan dengan energi yang semakin efisien, losses yang semakin kecil dan operasi yang tetap andal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *