Jalan Tak Selalu Mudah, Pertamina Patra Niaga Ungkap Tantangan Kirim BBM hingga Pelosok Kalimantan

Senior Manager Operation and Maintenance PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Riki Madyanto menjelaskan tantangan distribusi energi di wilayah Kalimantan dalam kegiatan media visit di IKN, Kamis (27/8/2026).

Loading

Nusantara – Sebelum BBM masuk ke tangki kendaraan atau tabung LPG digunakan masyarakat di pelosok Kalimantan, ada perjalanan panjang yang harus dilalui.

Jarak antardaerah, kondisi geografis, infrastruktur hingga perubahan cuaca menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia.

Senior Manager Operation and Maintenance PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Riki Madyanto, mengatakan karakteristik wilayah Kalimantan membuat distribusi energi membutuhkan perencanaan dan kesiapan yang tidak sederhana.

“Kalimantan memiliki karakteristik wilayah yang sangat beragam, luas wilayah, jarak, kondisi geografis,” kata Riki saat kegiatan media visit Pertamina Patra Niaga di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (27/8/2026).

Menurut Riki, pengalaman bertugas di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki tantangan distribusi yang berbeda.

Karena itu, pola penyaluran BBM dan LPG tidak bisa diterapkan dengan pendekatan yang sama di seluruh wilayah. Kondisi medan dan akses menuju daerah tujuan harus menjadi bagian dari perhitungan sebelum energi diberangkatkan.

Terlebih Kalimantan memiliki wilayah yang luas dengan sejumlah daerah yang aksesnya masih bergantung pada jalur darat maupun perairan.

Kondisi sungai, misalnya, dapat memengaruhi proses mobilisasi ketika jalur tersebut menjadi bagian dari rantai distribusi. Begitu pula perubahan cuaca yang dapat berdampak terhadap perjalanan menuju titik penyaluran.

Di tengah tantangan tersebut, Pertamina Patra Niaga tetap menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi hingga wilayah yang jauh dari pusat distribusi.

“Pertamina dalam hal ini Patra Niaga diberi tugas untuk memastikan kelancaran BBM sampai ke pelosok negeri, khususnya ke pelosok wilayah Kalimantan,” ujarnya.

Bagi Pertamina, memastikan BBM dan LPG tersedia di suatu daerah bukan hanya persoalan membawa produk dari satu titik ke titik lainnya.

Ada rangkaian proses yang harus berjalan sejak energi direncanakan, disiapkan, diangkut, disimpan hingga akhirnya diterima masyarakat.

Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan proses panjang tersebut kerap tidak terlihat oleh masyarakat ketika produk energi sudah berada di tangan konsumen.

“Di balik setiap BBM dan setiap tabung LPG yang diterima oleh masyarakat terdapat proses panjang yang mencakup perencanaan, pengadaan, pengangkutan, penyimpanan hingga penyaluran ke titik akhir,” kata Edi.

Rangkaian tersebut menjadi semakin kompleks ketika energi harus didistribusikan ke wilayah dengan karakter geografis dan akses yang berbeda-beda.

Karena itu, kesiapan operasional menjadi salah satu faktor penting agar gangguan di satu bagian rantai distribusi tidak serta-merta berdampak pada ketersediaan energi di masyarakat.

Melalui kegiatan media visit, Pertamina Patra Niaga juga mengajak insan pers melihat lebih dekat kompleksitas tersebut.

Edi mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan proses bisnis Pertamina, tetapi juga membuka ruang bagi media untuk memahami persoalan distribusi energi dari sisi lapangan.

“Kami berharap media visit ini menjadi ruang diskusi yang terbuka untuk saling bertukar informasi dan pemahaman, sekaligus penyamaan pemahaman mengenai berbagai tantangan distribusi energi di Pulau Kalimantan,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan media penting karena persoalan energi tidak berhenti pada ketersediaan produk. Masyarakat juga perlu memahami bagaimana energi tersebut bisa sampai ke wilayah tujuan dengan kondisi geografis yang berbeda-beda.

Di sisi lain, informasi mengenai tantangan distribusi juga dapat menjadi bahan untuk melihat inovasi dan upaya yang dilakukan Pertamina dalam menjaga keberlangsungan pasokan.

Kegiatan media visit Pertamina Patra Niaga ke IKN berlangsung pada 27–28 Agustus 2026 dan diikuti media dari berbagai wilayah Kalimantan.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026, sebagai ruang bagi insan pers untuk mengangkat berbagai isu energi, termasuk bagaimana sektor energi menopang kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Di tengah pembangunan IKN dan perkembangan aktivitas ekonomi di Kalimantan, kebutuhan terhadap energi juga terus menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat dan kegiatan industri.

Karena itu, menjaga distribusi energi di wilayah yang luas seperti Kalimantan menjadi pekerjaan yang tidak berhenti pada keberadaan stok.

Ada jarak yang harus ditempuh, medan yang harus dilewati dan kondisi lapangan yang harus diantisipasi agar BBM dan LPG tetap tiba di tujuan.

Dan bagi masyarakat di pelosok, keberhasilan proses panjang itu pada akhirnya sederhana: energi tetap tersedia ketika dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *