Pembangunan IKN Dibedah di ITB, Soroti 115 Paket Konstruksi Tahap Awal

Pembangunan berkelanjutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia, Jumat (8/5/2026).

Loading

Nusantara – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan akademisi dalam Kuliah Tamu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang digelar secara daring, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan bertema “Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan IKN” tersebut menghadirkan Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Danis menekankan bahwa pembangunan IKN tidak dilakukan secara spontan, melainkan melalui perencanaan berjenjang yang disusun secara detail, terukur, dan berbasis regulasi.

Ia menjelaskan, Otorita IKN menjadikan rencana induk, regulasi turunan, hingga Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai dasar utama dalam setiap tahap pembangunan. Seluruhnya kemudian diperkuat dengan delapan prinsip pembangunan dan 24 indikator kinerja utama sebagai alat ukur capaian proyek.

“Perencanaan dan pelaksanaan ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Semua disusun agar pembangunan IKN berjalan terarah dan dapat dievaluasi secara terukur,” ujar Danis dalam kuliah tamu tersebut.

Ia juga memaparkan bahwa pembangunan tahap awal IKN mencakup 115 paket konstruksi di dalam kawasan inti, serta berbagai infrastruktur pendukung di luar kawasan seperti jalan tol, bendungan, sistem air minum, energi, hingga jaringan telekomunikasi.

Pekerjaan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah, sektor swasta, hingga akademisi.

Dalam forum akademik yang diikuti lebih dari 200 peserta tersebut, sejumlah isu turut dibahas, termasuk konektivitas kawasan, pengelolaan lahan, pembiayaan, energi, serta kebutuhan sumber daya manusia dalam pembangunan infrastruktur berskala besar.

Danis juga menyinggung bahwa pemindahan ibu kota bukan wacana baru, melainkan gagasan panjang yang telah muncul sejak masa pemerintahan sebelumnya sebagai upaya pemerataan pembangunan nasional.

Menutup pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur ke depan.

Menurutnya, kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan pengalaman, integritas, dan kemampuan membangun jejaring.

“Kompetensi itu penting, tetapi harus ditopang pengalaman, integritas, dan networking yang kuat,” katanya.

Kuliah tamu ini menjadi salah satu ruang dialog antara dunia akademik dan pemerintah dalam membahas arah pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan baru Indonesia.

Penulis: Tim

Editor: Tifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *