![]()
Surabaya – Upaya menanamkan budaya keselamatan sejak bangku sekolah terus diperkuat. PT Pamapersada Nusantara melalui program CSR kembali menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi guru SMK dalam program PAMA SAFE School Batch 2 yang berlangsung di Surabaya pada 6 hingga 16 April 2026.
Selama 10 hari, sebanyak 19 guru dari berbagai SMK binaan ditempa dalam pelatihan intensif berbasis kompetensi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup. Salah satu peserta berasal dari SMKN 5 Balikpapan.
Program ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Peserta juga menjalani rangkaian pra asesmen hingga uji kompetensi untuk meraih sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui LSP PAMA.
Dua skema utama menjadi fokus pelatihan, yakni Kompetensi Instruktur Junior Level 3 atau Training of Trainer serta Kompetensi Petugas Pertolongan Pertama. Materi disusun untuk memastikan para guru tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan sekolah.
Chief PAMA BPOP Expert, Sulasman, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan agen perubahan di sekolah.
“Kami ingin guru guru SMK ini menjadi champion K3LH di sekolahnya. Dengan kompetensi yang dimiliki, mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu menjadi pelatih internal dan membentuk budaya keselamatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain aspek keselamatan kerja, pelatihan juga menekankan pentingnya kesehatan dan kepedulian lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang aktif dan berdampak jangka panjang.
CSR Officer PAMA BPOP, Aziz Kusuma Aji, menilai program ini menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan adanya link and match antara sekolah dengan kebutuhan industri, khususnya dalam aspek keselamatan kerja yang kini menjadi standar utama,” jelasnya.
Peserta juga dibekali kemampuan menyusun materi pelatihan, praktik pertolongan pertama, hingga melakukan benchmarking ke sekolah percontohan sebagai bagian dari penguatan implementasi di lapangan.
Dengan bekal sertifikasi tersebut, para guru diharapkan mampu membentuk satuan tugas keselamatan di sekolah sekaligus menularkan budaya K3LH kepada siswa secara berkelanjutan.
Program ini menegaskan langkah PAMA dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan lingkungan sejak dini.
Penulis: Tim
Editor: Tifa












