![]()
Nusantara – Plaza Legislatif Ibu Kota Nusantara kembali menjadi ruang hidup bagi gerakan hijau yang terus digaungkan. Sebanyak 700 bibit pohon ditanam dalam satu aksi kolaboratif yang perlahan menjelma bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kebiasaan yang mulai mengakar di kawasan ini.
Bagi sebagian orang, menanam mungkin tampak sederhana. Namun di Nusantara, aktivitas ini justru sedang dibangun sebagai bagian dari identitas kota. Dari satu bibit ke bibit lain, tumbuh rasa memiliki terhadap ruang yang sedang dibentuk dari nol.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda sesaat, melainkan pola yang terus dijaga.
“Kami ucapkan selamat datang, dan terima kasih atas keikutsertaannya dalam menanam pohon. Ini bukan seremonial, tetapi ini adalah gaya hidup kami, bahwa setiap satu atau dua minggu kita akan menanam pohon. Ini adalah cara untuk meninggalkan jejak hijau di Nusantara,” tegasnya.
Jenis tanaman yang ditanam pun tidak sekadar penghijauan biasa. Beragam pohon endemik dan produktif dipilih untuk memperkuat karakter lanskap, mulai dari balangeran, kapur, tanjung, hingga meranti. Pohon buah seperti jeruk, jambu, mangga, kemiri, dan matoa juga ikut ditanam, berdampingan dengan tabebuya, pucuk merah, dan angsana yang memperkaya estetika kawasan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Insan Otorita IKN, perwakilan Kementerian Keuangan, hingga masyarakat yang datang secara sukarela. Ada yang baru pertama kali menanam di Nusantara, ada pula yang kembali datang untuk mengulang pengalaman yang sama.
Salah satu peserta, Permana Agung Drajattun, mengaku merasakan pengalaman berbeda saat terlibat langsung dalam penanaman.
“Saya menikmati betul ini (pengalaman pertama menanam pohon di Nusantara) terutama pagi hari ini, melihat udara yang begitu bersih. Ini satu-satunya kesempatan kita untuk menata sebuah kota, ibu kota negara yang kita tangani dari awal,” ujarnya.
Aksi penanaman ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun IKN sebagai kota hutan. Di tengah percepatan pembangunan fisik, ruang-ruang hijau tetap dijaga sebagai fondasi utama.
Di Nusantara, pohon bukan hanya ditanam untuk tumbuh. Ia menjadi simbol keterlibatan, harapan, sekaligus komitmen bahwa kota yang sedang dibangun hari ini diarahkan untuk kehidupan yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Penulis: Tim
Editor: Tifa












