Hardiknas di IKN, Pendidikan Dipasang sebagai Senjata Hapus Kemiskinan 2035

Aktivitas belajar siswa yang mencerminkan arah pembangunan pendidikan berkelanjutan di Nusantara.

Loading

Nusantara – Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan Otorita Ibu Kota Nusantara untuk menegaskan satu pesan kunci pembangunan IKN tidak hanya soal beton dan infrastruktur, tetapi tentang manusia yang akan mengisinya.

Di tengah percepatan pembangunan, pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama untuk mewujudkan kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan. Target besarnya tidak main-main, menghapus kemiskinan di kawasan IKN pada 2035 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

Pernyataan itu disampaikan Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus juru bicara, Troy Pantouw, saat paparan dalam kegiatan IKN Youth Forum pada 1 Mei 2026.

“Melalui pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter, IKN diarahkan untuk menjadi kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Konsep pendidikan di IKN dirancang tidak parsial, melainkan menyatu sebagai bagian dari infrastruktur sosial primer. Sistemnya dibangun berjenjang dan berkelanjutan, mengikuti fase perkembangan peserta didik.

Pada tahap awal, pendidikan anak usia dini difokuskan pada pembentukan manajemen diri dan dasar penalaran. Memasuki sekolah dasar, arah pembelajaran bergeser pada eksplorasi lingkungan serta penguatan literasi dan numerasi. Di tingkat menengah, siswa didorong membangun kesadaran diri dan kepemimpinan. Sementara pada jenjang atas hingga vokasi, fokus diarahkan pada kesiapan memasuki dunia kerja dan perencanaan masa depan.

Di level pendidikan tinggi, IKN menargetkan kehadiran pusat riset kelas dunia sebagai motor inovasi sekaligus penggerak ekonomi berbasis pengetahuan.

Pendekatan yang digunakan menekankan humanisasi dan pembelajaran yang memerdekakan. Kurikulum dirancang fleksibel dan personal, tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi abad ke-21.

Transformasi ini diperkuat dengan penerapan sekolah cerdas berbasis digital. Teknologi menjadi alat untuk mendorong kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Sistem Informasi Manajemen Sekolah juga diterapkan guna memastikan tata kelola pendidikan berjalan modern dan efisien.

Di saat yang sama, konsep sekolah hijau menjadi bagian tak terpisahkan. Lingkungan belajar dirancang ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan air hujan, serta penerapan prinsip reduce, reuse, recycle.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan arah pembangunan ini akan menentukan wajah Nusantara dalam jangka panjang.

“Pembangunan pendidikan adalah inti dari pembangunan infrastruktur sosial Ibu Kota Nusantara yang akan membentuk wajah kota ini dalam 20 hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya.

Ke depan, fokus pembangunan pendidikan di IKN akan diarahkan pada peningkatan mutu berbasis kurikulum internasional, penguatan literasi sejak dini, serta pengembangan sistem pembelajaran lintas jenjang yang lebih adaptif.

Selain itu, kehadiran tenaga pendidik berstandar nasional dan internasional serta kepemimpinan sekolah yang transformatif menjadi target yang terus dikejar.

IKN juga tengah membangun ekosistem pendidikan yang lengkap, mulai dari sekolah unggulan hingga perguruan tinggi berbasis riset. Beberapa institusi yang akan hadir antara lain Taruna Nusantara, SMA Garuda, pesantren terintegrasi seperti MAN Insan Cendekia, hingga Australian Independent School di kawasan inti pusat pemerintahan.

Dengan ekosistem tersebut, IKN tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai kota pendidikan yang menjadi rujukan nasional bahkan global.

Di momentum Hardiknas ini, Otorita IKN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama. Pendidikan, dalam konteks Nusantara, bukan lagi sektor pelengkap, melainkan poros utama yang menentukan masa depan.

Penulis: Tim

Editor: Tifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *