Kolaborasi dan Keselamatan Jadi Sorotan Utama di Kontraktor HSSE Forum Pertamina

Penandatanganan Komitmen HSSE Manajemen Kontraktor Pertamina Group Area 9 Kalimantan sebagai simbol penguatan kolaborasi keselamatan.

Loading

Balikpapan – Upaya Pertamina memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja kembali mendapat panggung besar melalui Kontraktor HSSE Forum Pertamina Group Area 9 Kalimantan. Tahun ini, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan tampil sebagai tuan rumah di Gedung Ex. Bioskop Banua Patra, menghadirkan forum yang tak hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga momentum strategis untuk menyatukan visi keselamatan antara perusahaan dan para mitra di lini Upstream maupun Downstream. Dengan antusiasme ratusan peserta, forum ini menjadi ruang penting bagi Pertamina untuk menegaskan komitmen bahwa keselamatan adalah fondasi utama setiap operasi energi di Kalimantan.

Forum yang diikuti 292 peserta dari 12 mitra kontraktor ini menjadi ruang dialog penting untuk menyelaraskan arah kebijakan, meningkatkan kualitas pengawasan, serta memperkuat implementasi standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja Pertamina.

Mewakili Senior Vice President (SVP) HSSE Pertamina, Principal Expert 3 HSSE Center Officer Diandoro Arifian menegaskan kembali bahwa keselamatan adalah fondasi utama yang tak boleh dikompromikan.

“Ini adalah ketiga kalinya forum seperti ini kami selenggarakan. Setelah Jawa Barat dan Sumatera Bagian Selatan, kini giliran Area 9 Kalimantan. Saya sangat mengapresiasi seluruh manajemen di Kalimantan. Tujuan kita tentunya 1 kerja tuntas, risiko tuntas, pulang selamat bersama-sama. Kita ingin mengingatkan seluruh pekerja, pengawas, sampai safetyman untuk bekerja dengan aman,” ujar Diandoro.

Tak hanya soal kolaborasi, Diandoro menekankan pentingnya Stop Work Authority sebagai hak universal seluruh individu yang berada di area operasi Pertamina, tak terbatas pada pekerja inti, tetapi juga tamu dan pemangku kepentingan lain.

“Siapapun yang masuk ke area battery limit bisnisnya Pertamina entah itu kerja praktik, magang, anggota dewan, anggota forkopimda, tentara dan polisi semuanya memiliki kewenangan stop work authority jika melihat ada pekerjaan yang tidak safety. Karena itu akan membahayakan dirinya dan membahayakan orang lain,” tambahnya.

Momentum penguatan keselamatan ini semakin kokoh dengan penandatanganan Komitmen HSSE Manajemen Kontraktor Area 9 Kalimantan. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk menumbuhkan budaya kerja aman, meminimalkan risiko, serta memaksimalkan kinerja operasional.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberlangsungan operasional kilang bergantung pada kerja sama erat antara Pertamina dan para mitra.

“Terima kasih sudah memberi kami PT KPI Unit Balikpapan kesempatan menjadi tuan rumah agenda Contractor HSSE Forum ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Kilang adalah aset besar Pertamina dan menjadi simbol keberadaan Pertamina di mata masyarakat, maka dari itu resource dari Bapak-Ibu sekalian melengkapi agar kilang dapat terus beroperasi dengan aman dan dapat memasok energi bagi masyarakat Indonesia,” kata Anto.

Anto juga menyoroti pentingnya diskusi terbuka, khususnya terkait penerapan 8 arahan Direktur Utama Pertamina serta pembelajaran dari insiden yang pernah terjadi.

“Di forum ini kita akan mendiskusikan penerapan 8 arahan Direktur Utama Pertamina serta pembelajaran dari insiden-insiden yang terjadi. Segala kegiatan yang memiliki risiko tinggi itu ada di kilang dan ada juga di upstream maupun downstream. Tentunya harapan kami ada diskusi intens dan masukan agar kita semua dapat selamat dalam bekerja. Ini juga menjadi momentum awal penguatan komitmen menuju zero accident,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Plt. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kalimantan Timur, Dedi Nugroho, menekankan urgensi pengelolaan keselamatan di lingkungan industri berisiko tinggi.

“HSSE bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral profesional untuk melindungi keselamatan setiap pekerja dan menjaga kelestarian lingkungan. Satu nyawa yang hilang adalah perhatian besar bagi kita semua, maka dari itu seluruh pekerjaan yang berisiko tinggi memerlukan pengawasan ketat, pelaporan, dan komitmen dari seluruh pihak,” ujar Dedi.

Ia menilai forum ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat budaya keselamatan dan meningkatkan kapasitas SDM di sektor energi.

“Kami mendukung penuh upaya Pertamina dan kontraktor dalam membangun budaya keselamatan yang kokoh dan berkelanjutan. Semoga kegiatan Kontraktor HSSE Forum ini dapat menjadi momentum berharga untuk memperkuat budaya keselamatan kerja meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkokoh industri dalam mewujudkan pembangunan yang selamat produktif berkelanjutan di perusahaan,” tutup Dedi.

Forum berjalan dinamis melalui sesi paparan, diskusi, dan berbagi pengalaman antarpeserta, mempertegas komitmen Pertamina bahwa keselamatan tidak hanya menjadi persyaratan operasi, tetapi identitas budaya kerja yang harus dihidupi seluruh insan di industri energi.

Penulis: TimEditor: Tifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *