Warga Terdampak Karhutla Kalbar Kekurangan Air, Pertamina Patra Niaga Turun Tangan

Bantuan air bersih dan perlengkapan kesehatan dari Pertamina Patra Niaga disalurkan kepada warga terdampak karhutla di Kalimantan Barat, Minggu (31/8/2026).

Loading

Balikpapan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat tak hanya menyisakan persoalan api dan asap. Keterbatasan air bersih serta risiko gangguan kesehatan juga menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Bantuan yang dikirim meliputi air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan MCK, toren air, selang distribusi, masker N95, obat-obatan hingga salep kulit.

Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 38.310 hektare.

Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut. Kebakaran di kawasan gambut dapat bertahan di bawah permukaan dan menyebar sehingga penanganannya membutuhkan waktu serta upaya lebih intensif.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bantuan diberikan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung.

“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan kebutuhan kesehatan,” ujar Dodi.

Dalam penyalurannya, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan menggandeng Baitul Munzalan Indonesia (BMI) Pontianak, Dompet Umat dan Paragon. Kolaborasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat lebih cepat menjangkau masyarakat di lokasi terdampak.

Perwakilan BMI Pontianak, Indra Suherman, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina dalam penanganan dampak karhutla.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah bergerak cepat memberikan bantuan. Bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi hingga saat ini,” ungkap Indra.

Bagi warga, bantuan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang cukup mendesak selama kondisi karhutla berlangsung. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga di tengah kondisi lingkungan yang terdampak asap.

Salah seorang penerima manfaat, Ilham Syukron, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Terima kasih Pertamina. Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan air bersih, masker, dan obat-obatan,” ungkap Ilham.

Selain bantuan material, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam respons tersebut. Masker N95 dan obat-obatan diberikan untuk membantu warga menghadapi dampak lingkungan akibat asap kebakaran.

Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan menyebut respons tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kedaruratan akibat bencana lingkungan.

Kolaborasi dengan organisasi sosial dan relawan lokal juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.

Respons terhadap karhutla tidak hanya berkaitan dengan memadamkan titik api. Ketika kebakaran berlangsung dalam waktu lama, kebutuhan warga terhadap air bersih, perlindungan kesehatan dan dukungan logistik turut meningkat.

Melalui bantuan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan berupaya membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Sekadau dan Kubu Raya selama masa tanggap darurat, sekaligus mendukung warga agar tetap dapat menjalani aktivitas di tengah dampak karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *