![]()
Balikpapan – Akses menuju permukiman RT 57 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Balikpapan, tidak mudah dilalui kendaraan roda empat, termasuk mobil pemadam kebakaran. Kondisi itu membuat warga perlu mengetahui langkah pencegahan hingga tindakan awal ketika kebakaran terjadi.
Warga RT 57 kemudian mendapat pelatihan mitigasi kebakaran melalui Program Kawan Tangguh yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan pada Rabu (16/9/2026).
Pelatihan dilakukan bersama UPTD BPBD Damkar Wilayah Balikpapan Utara. Warga tidak hanya mendapat materi, tetapi juga diajak memahami risiko kebakaran yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Kondisi permukiman yang padat dan akses kendaraan yang terbatas menjadi salah satu perhatian dalam pelatihan tersebut. Dalam situasi kebakaran, keterbatasan akses dapat menyulitkan petugas mencapai lokasi dengan cepat.
Karena itu, materi yang diberikan mencakup pencegahan kebakaran, termasuk larangan membakar sampah di kawasan permukiman padat maupun di sekitar hutan kota.
Warga juga mendapat edukasi mengenai langkah awal ketika kebakaran terjadi di dapur serta pentingnya mengutamakan keselamatan diri dan keluarga sebelum melakukan tindakan penanganan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kebiasaan masyarakat dalam mengenali sumber risiko di lingkungan sekitar.
“Ketika akses menuju permukiman terbatas, pencegahan menjadi semakin penting. Melalui Kawan Tangguh, kami ingin warga memperoleh pengetahuan yang dekat dengan keseharian mereka, mulai dari mengenali sumber risiko di rumah hingga mengetahui langkah yang perlu diambil saat terjadi kebakaran. Keselamatan warga harus selalu menjadi yang utama,” ujar Edi.
Pelatihan tersebut juga melibatkan Pemerintah Kelurahan Batu Ampar, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara warga, pemerintah setempat dan petugas penanganan bencana ketika terjadi keadaan darurat.
“Kami berterima kasih kepada warga dan seluruh pihak yang terlibat. Kesiapsiagaan akan lebih kuat ketika masyarakat, pemerintah setempat, dan petugas penanganan bencana saling mengenal serta memahami perannya masing-masing,” kata Edi.
Program Kawan Tangguh merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina Patra Niaga yang diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.












