![]()
Balikpapan – Tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas belajar, tetapi juga bagaimana guru mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di tengah perubahan zaman.
Perkembangan teknologi dan perubahan karakter siswa membuat kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Supriyani, mengatakan guru harus terus memperbarui kemampuan agar mampu mengikuti perkembangan peserta didik.
“Dengan perkembangan teknologi dan perkembangan siswa, sumber daya manusia khususnya guru harus memiliki kompetensi yang terus ditingkatkan. Guru harus meng-upgrade ilmu pengetahuan agar tetap bisa mengawal anak-anak di zaman sekarang,” ujar Supriyani saat ditemui di Balikpapan, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, penguatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk memperbaiki kemampuan numerasi siswa.

Ia menjelaskan, numerasi kini menjadi salah satu kemampuan yang perlu diperkuat karena tidak hanya berkaitan dengan pelajaran matematika, tetapi juga kemampuan siswa memahami data, berpikir logis, serta menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya peserta ini bisa mengimbaskan kepada guru-guru yang lain, baik melalui komunitas belajar di satuan pendidikan maupun MGMP,” katanya.
Upaya peningkatan kapasitas guru tersebut dilakukan melalui program pelatihan numerasi yang digelar PT Interport Mandiri Utama bersama Indika Foundation. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Juli 2026, di Ballroom Hotel Pacific Balikpapan itu diikuti 30 guru SMP dari sejumlah sekolah di sekitar wilayah operasional Interport.

Perwakilan PT Interport Mandiri Utama, Ricky Aprilyanto, mengatakan pelatihan tersebut tidak disusun secara langsung, melainkan diawali dengan proses asesmen untuk mengetahui kebutuhan pendidikan di tingkat sekolah.
Menurutnya, Interport bersama Indika Foundation melakukan pemetaan dan berdiskusi dengan sekolah serta Dinas Pendidikan Kota Balikpapan sebelum menentukan fokus program.
“Program ini sebenarnya sudah kami inisiasi sekitar enam bulan lalu. Kami melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat apa yang menjadi kebutuhan para pembelajar dan guru,” jelas Ricky.
Dari hasil pemetaan tersebut, literasi dan numerasi menjadi dua aspek yang dinilai perlu diperkuat. Namun, pada tahap awal, program difokuskan pada peningkatan kemampuan numerasi guru.
“Dari hasil diskusi dengan SMP 21 dan Dinas Pendidikan, kami mendapatkan masukan bahwa literasi dan numerasi menjadi hal yang perlu dikembangkan,” katanya.
Ricky menjelaskan, salah satu pertimbangan penguatan numerasi tersebut mengacu pada evaluasi Rapor Pendidikan sekolah. Dari hasil pemetaan, masih terdapat indikator yang perlu ditingkatkan, termasuk aspek yang berkaitan dengan kemampuan numerasi.
“Kami melihat dari rapor pendidikan masing-masing sekolah, mana yang masih perlu diperbaiki. Ada beberapa yang berkaitan dengan numerasi, sehingga kami ingin membantu meningkatkan kapasitas guru agar ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, program tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Para guru akan mendapatkan pendampingan untuk memastikan materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Setelah kegiatan tiga hari ini, akan ada pendampingan kepada guru. Kami ingin melihat apakah materi yang diberikan benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran,” kata Ricky.
Menurutnya, keberlanjutan menjadi bagian penting agar program yang dilakukan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan dalam praktik pembelajaran.
“Program kita memang sustain, berkelanjutan. Bukan hanya sekali berjalan, tetapi bagaimana bisa memberikan dampak bagi pendidikan di Kota Balikpapan,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, Interport bersama Indika Foundation berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran numerasi yang lebih kontekstual, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Penulis: Tifa
Editor: Tim












