![]()
Balikpapan, 12 November 2025 Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu bandara dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terbaik di Indonesia. Dalam ajang Penganugerahan Penghargaan K3 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2025, Bandara SAMS Sepinggan berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus.
Tiga penghargaan yang diraih meliputi:
1. Kecelakaan Nihil (Zero Accident), untuk tahun ketujuh berturut-turut,
2. Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV & AIDS, serta
3. Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) Tuberkulosis (TBC), yang untuk pertama kalinya berhasil diraih tahun ini.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. H. Seno Aji, M.Si, dalam acara yang berlangsung di Plenary Hall Sempaja, Samarinda, pada Senin (11/11).
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Novi Hantoro, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap komitmen Bandara SAMS dalam memastikan penerapan K3 di seluruh aspek operasional. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas kami,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan hasil kerja keras seluruh insan bandara dan para pemangku kepentingan.
“Tahun ini menjadi tahun ketujuh Bandara SAMS mempertahankan penghargaan Zero Accident, tahun ketiga untuk penghargaan P2 HIV-AIDS, dan pertama kalinya kami meraih penghargaan P2 Tuberkulosis. Semua ini merupakan hasil sinergi, disiplin, dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat,” jelasnya.
Menurut Iwan, keberhasilan ini mencerminkan budaya K3 yang telah melekat kuat di seluruh lapisan organisasi. Bandara SAMS tidak hanya menerapkan standar keselamatan nasional dan internasional, tetapi juga secara berkala melakukan pengukuran tingkat kematangan budaya K3 (safety culture maturity) untuk memastikan keberlanjutan penerapannya.
“Kami meyakini bahwa lingkungan kerja yang aman adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa bandara. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga standar keselamatan kerja dan memperkuat peran bandara dalam mendukung konektivitas transportasi nasional,” tutup Iwan.












