Tanpa Kedip, Tanpa Padam: Cara PLN Amankan Listrik Istana Negara di IKN

Fasilitas BESS 8 MW di Ibu Kota Nusantara, cadangan listrik pintar untuk Istana Negara.

Loading

Nusantara – PT PLN (Persero) memperkuat keandalan pasokan listrik di kawasan inti pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengoperasian Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 megawatt (MW) yang terintegrasi dengan Gardu Induk Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 IKN.

Infrastruktur ini disiapkan khusus untuk memastikan pasokan listrik Istana Negara tetap andal tanpa padam maupun kedip.
Manager Komunikasi PLN UID Kaltimra, Darry Giovanno, mengatakan kehadiran BESS menjadi solusi strategis untuk menjaga kontinuitas listrik di pusat pemerintahan negara, terutama saat terjadi gangguan pada sistem transmisi.
“PLN menghadirkan BESS dengan kapasitas 8 megawatt yang kami khususkan untuk mem-backup sistem kelistrikan dan menjaga keandalan listrik di Istana Negara. Dengan kehadiran BESS ini, keandalan kelistrikan Istana Negara dapat kami jamin,” ujar Darry saat kunjungan ke fasilitas BESS IKN.

BESS 8 MW ini berfungsi sebagai sistem cadangan otomatis yang akan langsung bekerja ketika terjadi gangguan pada jaringan utama. Sistem tersebut dirancang agar transisi pasokan berlangsung tanpa jeda, sehingga aktivitas di Istana Negara tetap berjalan normal.
“Jika terjadi gangguan di sisi transmisi, BESS ini langsung masuk secara otomatis. Bahkan tidak akan terjadi kedip. Istana Negara tidak akan merasakan padam, listriknya tetap menyala,” jelasnya.

Dari sisi kapasitas, BESS 8 MW dinilai mencukupi untuk menopang kebutuhan listrik Istana Negara. Dengan estimasi beban sekitar 1 MW, sistem ini mampu memasok listrik hingga delapan jam.
“Untuk beban Istana Negara sendiri fluktuasinya sekitar 1 MW. Dengan kapasitas 8 MW, BESS ini bisa mensuplai hingga 8 jam,” tambah Darry.

Secara teknis, fasilitas BESS IKN terdiri dari dua klaster yang dilengkapi Power Conversion System (PCS), Smart Transformer Station (STS), serta sistem pendukung seperti pemadam kebakaran otomatis dan sensor pemantauan kondisi baterai secara real time. Desain modular ini memungkinkan sistem tetap beroperasi meski salah satu unit mengalami gangguan, sehingga tingkat keandalan tetap terjaga.
Seluruh sistem BESS beroperasi secara otomatis selama 24 jam dan dipantau dari pusat pengatur sistem PLN di Balikpapan, tanpa memerlukan banyak personel siaga di lokasi.
“Sistemnya otomatis dan dipantau langsung oleh pengatur sistem. Tidak ada personel khusus yang harus standby terus-menerus di sini,” kata Darry.

Selain BESS, PLN juga menyiapkan GIS 4 IKN sebagai tulang punggung distribusi listrik di kawasan inti pusat pemerintahan. Gardu induk ini menggunakan teknologi Gas Insulated Switchgear, di mana peralatan switching dan isolasi listrik ditempatkan dalam ruang tertutup berisi gas isolasi. Teknologi ini dikenal memiliki keandalan tinggi, lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, serta membutuhkan ruang yang lebih efisien dibandingkan gardu induk konvensional.

Infrastruktur Gardu Induk GIS 4 IKN milik PLN dirancang dengan teknologi gas insulated untuk memastikan pasokan listrik andal dan stabil di kawasan pusat pemerintahan IKN.

GIS 4 IKN berperan sebagai simpul utama penyaluran listrik dari sistem transmisi ke kawasan Istana Negara dan fasilitas penting lainnya di IKN. Dalam kondisi normal, pasokan listrik Istana Negara disuplai melalui GIS 4 IKN. Sementara itu, BESS 8 MW berfungsi sebagai cadangan strategis yang siap mengambil alih pasokan secara otomatis ketika terjadi gangguan.

Saat ini, pemanfaatan BESS masih difokuskan khusus untuk Istana Negara. Namun PLN membuka peluang pengembangan ke depan untuk mendukung fasilitas lain di kawasan IKN seiring bertambahnya kebutuhan listrik.
Dengan kehadiran BESS 8 MW dan GIS 4 IKN, PLN menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, modern, dan berlapis guna mendukung operasional pusat pemerintahan negara di Ibu Kota Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *