EKOBIS  

PLN UIP KLT Bangun Sentra Rumput Laut Modern, Petani Kini Bebas dari Risiko Cuaca

Petani rumput laut Kampung Tihi-Tihi bersama tim PLN UIP Kalimantan Bagian Timur melakukan pengecekan kualitas rumput laut di dalam fasilitas Solar Dryer Dome. Teknologi pengering berbasis listrik ini membantu memastikan proses pengeringan lebih cepat, higienis, dan menghasilkan kualitas rumput laut premium.

Loading

BONTANG – Di sudut pesisir Kampung Tihi-Tihi, geliat ekonomi baru mulai terasa. Dahulu, para petani rumput laut hanya bisa pasrah pada cuaca. Hujan berhari-hari berarti kerugian, produk rusak, dan pendapatan yang tidak menentu. Namun kini, ritme kehidupan di kampung itu berubah. Hadirnya fasilitas pengering modern berbasis listrik membuat petani tak lagi bergantung pada matahari.

Transformasi ini lahir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Electrifying Marine – Pengembangan Budidaya Rumput Laut” dari PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), yang menjadikan Tihi-Tihi sebagai pilot project sentra rumput laut modern berbasis teknologi.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa kehadiran listrik harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga memastikan listrik tersebut memiliki nilai tambah yang berdampak langsung pada perekonomian rakyat. Program Electrifying Marine di Tihi-Tihi ini adalah bukti bahwa kolaborasi teknologi dan pendampingan dapat mengubah tantangan menjadi peluang, mendorong komunitas pesisir kita naik kelas menjadi wirausahawan mandiri dan modern”.

Sebelum fasilitas ini dioperasikan penuh pada Oktober 2025, petani hanya mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan hasil panen. Kini, Solar Dryer Dome bertenaga listrik berkapasitas hingga 6 ton menjadi tonggak perubahan besar. Proses yang dulu memakan waktu lama dan penuh risiko, kini bisa dilakukan kapan saja dengan kualitas yang konsisten.

Ketua Kelompok Petani Rumput Laut Tihi-Tihi, Mustari, merasakan langsung perubahan itu.
“Dulu kalau hujan berhari-hari, hasil kami bisa rusak. Itu artinya kerugian. Sekarang kami bisa keringkan kapan saja. Kami yakin bisa lebih sejahtera,” ujarnya menggambarkan rasa lega dan optimisme petani pesisir.

Fasilitas modern ini bukan hanya mempercepat proses pengeringan, tetapi juga meningkatkan kualitas rumput laut. Produk dari Tihi-Tihi kini lebih stabil, bersih, dan berstandar premium, sehingga berpotensi menembus pasar dengan harga yang lebih tinggi.

Tidak berhenti di infrastruktur, PLN juga memberikan pelatihan teknis pengolahan—mulai dari pengeringan, pengolahan rumput laut menjadi pupuk organik, hingga pembuatan minuman serat tinggi. Pendekatan ini membuka peluang diversifikasi produk dan menyiapkan petani menjadi wirausahawan mandiri dengan rantai nilai yang lebih panjang.

Pada kegiatan tersebut, Manager Perizinan & Komunikasi PLN UIP KLT, Teddy Kristianto, menekankan komitmen PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kami ingin energi listrik menjadi katalisator kemakmuran. Melalui dukungan dan pendampingan berkelanjutan, petani rumput laut di Tihi-Tihi didorong untuk menjadi wirausahawan maritim yang mandiri,” tegas Teddy.

Dukungan ini pun sejalan dengan arah pemerintah daerah. Sunita Sinaga, Perwakilan Dinas Perdagangan Kota Bontang, turut memberikan apresiasi atas transformasi yang mulai terlihat di lapangan.
“Program seperti ini bukan hanya membantu secara teknis, tetapi investasi pada masa depan masyarakat. Ketika energi listrik hadir mendukung fasilitas pengolahan, produktivitas meningkat dan peluang pasar semakin terbuka lebar,” ungkapnya.

Kini, Kampung Tihi-Tihi tak lagi hanya dikenal sebagai penghasil bahan mentah. Dengan hadirnya teknologi pengering listrik, pelatihan berkelanjutan, dan meningkatnya kualitas produk, masyarakat pesisir Bontang tengah menapaki jalan baru menuju kemandirian ekonomi. Program Electrifying Marine tidak sekadar menghadirkan listrik, tetapi menghadirkan harapan.

Penulis: TIMEditor: TIFA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *