![]()
Balikpapan– Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan mulai menyiapkan arah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga perwakilan masyarakat.
Lewat forum diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Gedung Restorasi Banua Patra, Pertamina mengajak dinas terkait, kelurahan ring 1, serta mitra binaan duduk bersama menyusun rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) agar program sosial perusahaan benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mendorong konsep pembangunan berbasis kelurahan melalui program Kelurahan MADANI (Mandiri, Adaptif, dan Inovatif). Fokusnya antara lain penanganan stunting, pengelolaan sampah, hingga penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha sangat penting agar persoalan di tingkat kelurahan bisa ditangani lebih cepat dan tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan forum ini menjadi ruang untuk menyerap masukan langsung dari para pemangku kepentingan.
“Program TJSL tidak bisa kami jalankan sendiri. Kami perlu masukan dan kerja sama dari dinas, kelurahan, dan masyarakat agar manfaatnya benar-benar terasa,” ujarnya.
Salah satu isu yang banyak dibahas adalah pengelolaan sampah. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan Pasar Pandan Sari di Balikpapan Barat menghasilkan sekitar 20 ton sampah per hari. Tanpa pengelolaan yang baik, volume tersebut berpotensi terus bertambah.
Karena itu, Pertamina bersama DLH mendorong penguatan bank sampah dan kelompok masyarakat sebagai ujung tombak pengurangan sampah dari sumbernya. Skema ini tak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi.
Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Balikpapan, Dodi Yulianto, mencontohkan pengolahan sampah organik menjadi maggot yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Hasilnya bahkan dapat mendukung kebutuhan gizi masyarakat, termasuk untuk balita di posyandu.
Melalui penyusunan Renstra dan Renja ini, Pertamina RU V berharap program TJSL ke depan tidak sekadar bantuan, tetapi menjadi solusi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan kesejahteraan warga Balikpapan.
Penulis: Tim
Editor: Tifa












