![]()
Balikpapan – Lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Balikpapan memadati Eks Bioskop Banua Patra, Minggu (15/2/2026). Mereka mengikuti Sosialisasi Literasi Media yang digelar PT Pertamina Patra Niaga melalui Refinery Unit (RU) Balikpapan.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami cara kerja media, proses verifikasi informasi, serta risiko penyebaran konten yang belum terkonfirmasi. Di tengah arus informasi digital yang kian cepat, literasi media dinilai menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki mahasiswa.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, dalam sambutannya menyoroti perubahan peran generasi muda di era digital.
“Generasi muda saat ini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten. Karena itu, kemampuan memilah informasi, memahami etika bermedia, serta menangkal hoaks menjadi hal yang sangat krusial,” ujar Dodi.
Peserta terlebih dahulu mendapatkan gambaran umum mengenai Kilang Balikpapan sebelum memasuki sesi utama literasi media. Materi disampaikan narasumber dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), yang mengulas praktik jurnalistik, pentingnya verifikasi, hingga tantangan disrupsi digital dalam industri media.
Mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah informasi diproduksi dan diverifikasi sebelum dipublikasikan. Diskusi berkembang pada fenomena hoaks dan disinformasi yang kerap beredar di media sosial, termasuk dampak hukum dan sosial yang dapat ditimbulkan.
“Literasi media bukan hanya tanggung jawab insan pers, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dengan dunia industri dan akademisi, kita ingin membekali generasi muda agar mampu menjadi pengguna media yang cerdas, kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” tambah Dodi.
Sesi berikutnya menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian yang juga dikenal sebagai stand up comedian, Gamayel. Dengan pendekatan komunikatif, ia membahas etika bermedia sosial serta konsekuensi hukum dari penyalahgunaan informasi digital. Penyampaian yang ringan membuat suasana diskusi tetap dinamis.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Mahasiswa mengangkat isu personal branding, cara mengenali disinformasi, hingga peran generasi muda dalam menjaga ruang digital tetap sehat.
Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif, pembagian cinderamata khas Kilang Balikpapan, serta penyerahan sertifikat kepada peserta. Melalui kegiatan ini, literasi media diperkenalkan bukan sekadar sebagai konsep, tetapi sebagai keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa di era digital.
Penulis: Tim
Editor: Tifa












