Kelola Potensi Lokal, Warga Karang Joang Kembangkan Budidaya Papuyuh Bersama Pertamina Patra Niaga

Program KAWAN PATRA mendorong warga mengelola pertanian dan perikanan secara mandiri.

Loading

Balikpapan – Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal terus didorong Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan, perusahaan menggelar panen perdana budidaya ikan papuyuh bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.

Panen dilakukan di demplot KAWAN PATRA, kawasan edukasi pertanian dan perikanan terpadu yang dikembangkan sebagai ruang belajar sekaligus sumber pangan bagi warga. Sebanyak 16 petani perempuan dan tiga pemuda pembudidaya ikan terlibat langsung dalam program ini, dengan pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Balikpapan.

Sejak Juli 2025, sekitar 3.000 bibit ikan papuyuh ditebar. Pada panen perdana, 1.000 bibit berhasil menghasilkan sekitar 30 kilogram ikan. Selain perikanan, kelompok juga membudidayakan 200 pohon buah naga dengan hasil panen mencapai 300 kilogram.

Bagi anggota KWT, program ini membawa perubahan nyata. Hasil panen yang sebelumnya tidak menentu kini lebih stabil dan rutin, sehingga membantu menambah pemasukan keluarga.

“Dulu hasil sayur sering tidak pasti, sekarang panen lebih teratur. Buah juga sudah banyak. Hasilnya sangat membantu ekonomi kami,” ujar Sanati, anggota KWT Daun Sop Ceria.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa KAWAN PATRA dirancang untuk memaksimalkan potensi lokal, termasuk ikan papuyuh yang merupakan komoditas khas Kalimantan bernilai ekonomi tinggi.

Program ini juga memanfaatkan teknologi hemat air serta pendampingan teknis berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola usaha tani dan perikanan secara mandiri.

Melalui inisiatif tersebut, Pertamina berharap kawasan ini tak hanya menjadi lokasi budidaya, tetapi juga pusat edukasi dan contoh pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan bagi warga sekitar.

Penulis: Tim

Editor: Tifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *