![]()
Balikpapan – Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Balikpapan menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025. Dari 67 kasus yang tercatat, 46 orang meninggal dunia, 23 mengalami luka berat, dan 26 orang luka ringan, dengan total kerugian materi mencapai Rp683,3 juta. Angka ini meningkat 19,4 persen dibandingkan 54 kasus pada 2024, menandakan bahwa keselamatan di jalan masih menjadi tantangan utama bagi kota ini.
Untuk menekan angka pelanggaran, Polresta Balikpapan melakukan 5.626 penindakan tilang, baik secara manual maupun melalui sistem ETLE, serta memberikan 1.350 teguran kepada pengendara yang melanggar. Total denda tilang yang terkumpul mencapai Rp858,4 juta, yang seluruhnya masuk ke kas negara.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, menyebut bahwa data ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga masyarakat.
“Kecelakaan lalu lintas bukan sekadar angka statistik. Nyawa manusia dipertaruhkan di setiap pelanggaran. Kami berharap warga lebih tertib, disiplin, dan mematuhi aturan lalu lintas agar risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujar Anton.
Anton menambahkan bahwa selain penindakan, Polresta Balikpapan juga gencar melakukan edukasi keselamatan berkendara. Petugas rutin menggelar sosialisasi bagi pengendara roda dua maupun roda empat, menyoroti pentingnya penggunaan helm, sabuk pengaman, dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas. Program ini juga menyasar titik-titik rawan kecelakaan dan daerah dengan tingkat pelanggaran tinggi.
“Kami tidak hanya menilang, tetapi juga membina masyarakat. Kesadaran warga menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan. Tindakan penegakan hukum harus diimbangi dengan edukasi agar efeknya lebih tahan lama,” tambah Anton.
Selain itu, patroli rutin dilakukan secara terkoordinasi di seluruh wilayah kota, termasuk koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk menertibkan lalu lintas di jam sibuk. Strategi ini bertujuan menciptakan pola lalu lintas yang lebih tertib sekaligus mengurangi potensi kecelakaan, terutama di persimpangan dan jalan utama yang padat.
Polresta Balikpapan juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan. Warga yang patuh terhadap aturan, memberikan informasi terkait pelanggaran, dan mendukung program polisi akan sangat membantu menciptakan Balikpapan yang aman dan nyaman untuk semua.
Dengan kombinasi penegakan hukum, edukasi, dan kerja sama masyarakat, Polresta Balikpapan optimis bahwa angka kecelakaan dapat ditekan di tahun-tahun mendatang. Tahun 2025 menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan di jalan memerlukan kerja sama semua pihak, dari aparat hingga masyarakat, agar setiap warga bisa berkendara dengan aman dan nyaman.
Penulis : Tifa
Editor : Tim












