![]()
NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan identitas budaya. Sebanyak 30 seniman tari dari berbagai daerah di Indonesia berkolaborasi menciptakan tarian identitas Nusantara dalam workshop seni budaya yang digelar di Aula Serbaguna Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Ragam gerak tari dari berbagai penjuru tanah air dipadukan dalam satu komposisi utuh. Mulai dari dinamika Tari Saman khas Aceh, kelembutan gerak Kalimantan, hingga ritme energik tarian Papua, seluruh unsur diselaraskan menjadi satu ekspresi budaya yang merepresentasikan wajah Nusantara sebagai kota masa depan.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada bangunan, tetapi juga pada budaya sebagai perekat masyarakat.
“Melalui perencanaan pembangunan kawasan budaya, kita akan mempersiapkan suatu kawasan bagi seniman dan budayawan sebagai wadah berkumpul. Hal ini akan mengukuhkan kita sebagai kota dunia untuk semua, berakar dari kerekatan kebudayaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga filosofi dalam setiap gerak seni agar tidak kehilangan jati diri.
“Menurut saya, seni itu harus memiliki ruh dalam filosofinya, bukan hanya sekadar gerakan saja. Ada cerita dan ada makna yang tersirat di dalamnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, tarian identitas Nusantara ini dijadwalkan akan ditampilkan dalam malam apresiasi pada 5 Desember 2025. Penampilan tersebut sekaligus menjadi upaya promosi kawasan IKN melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis pariwisata budaya.
Salah satu peserta workshop dari Sanggar Delta Mahakam Muara Jawa, Armansyah, mengaku bangga bisa terlibat dalam kolaborasi lintas daerah tersebut.
“Tarian yang kami pentaskan ini, sebagai perekat hubungan saya dengan akar tradisi dan ruang berinteraksi langsung dengan penari hebat lainnya. Ada rasa bangga, semangat, dan kesenangan membawakan salah satu identitas Nusantara ini,” ungkapnya.
Kehadiran tarian identitas Nusantara diharapkan menjadi ikon budaya baru yang memperkuat daya tarik pariwisata, menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat lokal dalam ikut membangun wajah IKN sebagai kota dunia yang berakar pada kebudayaan Indonesia.












