![]()
Balikpapan – Kota Balikpapan bukan hanya kota yang dibentuk oleh waktu, tetapi juga oleh kebersamaan dan harapan warganya yang terus hidup hampir 129 tahun. Senin (22/12/2025), Ketua RT, Ketua LPM, pekerja sosial, dan unsur Forkopimda hadir di BSCC Dome untuk menyaksikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, didampingi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memaparkan pencapaian pembangunan kota sepanjang 2025.
Wali Kota Rahmad Mas’ud menekankan bahwa transparansi dan keberlanjutan program prioritas menjadi kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. “Alhamdulillah, dari 9 program prioritas, kami sudah melaksanakan pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, birokrasi, dan penyediaan air bersih. Semua kami lampirkan dengan video real di lapangan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa meski masih ada kekurangan, yang paling penting adalah terus menyempurnakan program yang telah berjalan. “Hidup itu adalah mengatasi dan menjalani masalah. Masalah pasti ada, tetapi kita bagaimana menyikapinya dengan bijak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Rahmad juga menekankan keselarasan program pembangunan kota dengan arah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini penting agar semua kebijakan tepat sasaran dan memberi manfaat bagi warga.
Kesejahteraan warga Balikpapan terlihat dari data yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,2, jauh di atas rata-rata nasional 75,9. Angka kemiskinan turun menjadi 1,97%, menjadikan Balikpapan kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia. Indeks gini tercatat 0,324, menunjukkan ketimpangan masih terkendali.
Pertumbuhan ekonomi kota ini juga positif, melampaui target provinsi 4,75%. Triwulan pertama tumbuh 7,92%, triwulan kedua 11,98%, dan triwulan ketiga 9,32%. Dominasi sektor industri pengolahan mencapai 45,55%, disusul konstruksi 15,98% dan transportasi serta pergudangan 12,16%.
Dalam pengelolaan anggaran, Pemkot Balikpapan menekankan efisiensi dan fokus pada program yang berdampak langsung bagi warga. “Kalau ada fasilitas yang tidak mendesak, seperti lapangan bola atau taman, mungkin kita tunda dulu. Yang penting pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik,” jelas Rahmad.
Pemerintah kota juga aktif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Berbagai upaya dilakukan, mulai operasi pasar murah, sidak pasar, pengawasan distributor, hingga gerakan menanam cabai. Hasilnya, angka inflasi sepanjang 2024 berhasil ditekan 1,11%, lebih rendah dari rata-rata provinsi dan nasional, sementara hingga November 2025, inflasi tercatat 1,93%.
Dukungan legislatif juga menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan peran DPRD dalam mendukung pemerintah Kota Balikpapan. “Bersama-sama kita melakukan pembangunan karena DPRD memiliki fungsi legislasi, membuat undang-undang, dan menyusun program yang berpihak kepada masyarakat. Kami juga bertanggung jawab dalam penganggaran. Semua program, tidak hanya di kota, tetapi juga di daerah pelosok 3T, seperti Gaspol dengan Wifi gratis, pendidikan gratis dari PAUD hingga S3, serta program naik haji dan umrah, kita dorong bersama pemerintah provinsi,” ujarnya.
Hasanuddin menambahkan, perhatian legislatif tidak hanya pada kota, tetapi juga wilayah terluar. “Saya dulu berasal dari daerah terluar, jadi saya paham pentingnya memastikan seluruh daerah tidak tertinggal. Walaupun harus menempuh laut pakai speed boat, program harus tetap sampai ke masyarakat dengan cara yang tepat dan mudah,” katanya.
Dengan semua capaian ini, Balikpapan terus bergerak menuju kota inklusif, nyaman, dan berkelanjutan. Rahmad menekankan, pembangunan bukan hanya soal angka, tetapi manfaat nyata bagi masyarakat.












