EKOBIS  

Dorong Transaksi Nontunai, Parkir Balikpapan Permai Kini Gunakan QRIS dan Kartu Elektronik

Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan BPD Kaltim-Kaltara meluncurkan elektronifikasi parkir di kawasan Balikpapan Permai guna mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih akuntabel.

Loading

Balikpapan – Upaya percepatan digitalisasi layanan publik di Kota Balikpapan terus diperkuat. Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara secara resmi melaksanakan Kick-Off Elektronifikasi Parkir di Kawasan Balikpapan Permai, sebagai bagian dari implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Pemimpin Cabang PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Balikpapan, serta jajaran perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Balikpapan.

Elektronifikasi parkir ini menjadi bentuk sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan industri perbankan dalam mendorong perluasan ekonomi dan keuangan digital, khususnya pada sektor layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Program tersebut sejalan dengan kebijakan nasional Asta Cita serta Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang menargetkan integrasi ekosistem keuangan digital di berbagai sektor, mulai dari transportasi, pasar, UMKM, pariwisata, hingga layanan pemerintah daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong penguatan peran TP2DD agar implementasi ETPD dapat berjalan berkelanjutan melalui pendampingan, fasilitasi, dan pengembangan kapasitas pemerintah daerah.

“Bank Indonesia terus mendorong penguatan peran TP2DD agar elektronifikasi transaksi daerah dapat berjalan secara berkelanjutan melalui pendampingan, fasilitasi dan pengembangan kapasitas pemda,” ujar Robi.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menyalurkan dukungan melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PIKEKDA) berupa 19 unit Electronic Data Capture (EDC) kepada kelompok juru parkir binaan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan. Dengan dukungan ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran retribusi parkir secara nontunai menggunakan QRIS maupun Kartu Uang Elektronik di kawasan Balikpapan Permai.

Pj. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat atas sinergi yang telah terjalin dalam mendukung implementasi ETPD di Kota Balikpapan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga komitmen, integritas, serta kesiapan sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintah maupun petugas parkir di lapangan.

“Melalui elektronifikasi parkir, diharapkan kesadaran dan preferensi masyarakat dalam menggunakan transaksi non-tunai semakin meningkat,” ujar Agus.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, elektronifikasi parkir juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi daerah. Seluruh transaksi tercatat secara digital sehingga meminimalisasi potensi pungutan di luar ketentuan dan kebocoran pendapatan daerah.

Dengan sistem pembayaran nontunai, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam pengawasan publik serta mendukung terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang bersih, efektif, dan akuntabel. Transformasi digital ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan pendapatan asli daerah, memperkuat ketahanan fiskal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan yang berkelanjutan.

Penulis : Tim

Editor : Tifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *