DAERAH  

Dorong Ekonomi Kreatif, LPM dan Kelurahan Kariangau Gelar Pelatihan Ecoprint untuk Warganya

Warga antusias mengikuti Pelatihan Ecoprint yang digelar LPM Kelurahan Kariangau bersama Pemerintah Kelurahan.

Loading

BALIKPAPAN — Suasana Aula Kelurahan Kariangau pada Selasa (25/11/2025) tampak lebih hidup dari biasanya. Puluhan warga dari berbagai RT hadir mengikuti Pelatihan Ecoprint yang diselenggarakan LPM Kariangau bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membuka ruang kreativitas serta mendorong tumbuhnya usaha berbasis kerajinan ramah lingkungan di wilayah tersebut.

Pelatihan menghadirkan narasumber Chatharina Kusuma Wardhani, Owner Deaara Ecoprint, yang telah menggeluti dunia ecoprint sejak 2019. Ia dikenal sebagai pegiat ecoprint Balikpapan dan anggota Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI), serta pernah meraih Juara III Wilayah Kalimantan pada Pemilihan Karya Foto Kartini AEPI tahun 2021.

Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, menyebut bahwa pelatihan semacam ini tidak hanya memfasilitasi keterampilan seni, tetapi menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ecoprint adalah keterampilan yang sederhana, ramah lingkungan, dan memiliki potensi pasar cukup besar.

“Kita ingin warga Kariangau siap menghadapi ekonomi baru yang berbasis kreativitas. Ecoprint bisa dipraktikkan dengan mudah dan bisa menjadi peluang usaha yang segera dijalankan,” ungkapnya.

Ketua LPM Kariangau, Bejo Pawiro Utomo, menilai tingginya minat warga terhadap kerajinan produktif menjadi alasan utama kegiatan ini diselenggarakan. Ia menekankan bahwa bahan baku ecoprint mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga masyarakat tidak membutuhkan modal besar untuk mulai berkreasi.

“Ecoprint ini sangat relevan bagi ibu-ibu, pemuda, hingga UMKM. Jika dikembangkan serius, saya percaya Kariangau bisa memiliki produk unggulan berbasis ecoprint,” ujarnya.

Materi pelatihan yang dibawakan Chatharina berlangsung interaktif. Ia menjelaskan dasar-dasar ecoprint, mulai dari pemilihan daun, teknik mordanting, proses pounding, hingga pengukusan. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis daun seperti jati, bodhi, johar, eukaliptus, hingga meranti yang bisa menghasilkan motif unik dan artistik.

Ia menegaskan bahwa setiap daun memiliki karakter berbeda sehingga setiap karya ecoprint tidak pernah sama. Selain itu, ia menjelaskan tahapan penting seperti scouring untuk membersihkan kain hingga proses fiksasi menggunakan tawas atau tunjung agar warna lebih tahan lama.

Pada sesi praktik, peserta tampak antusias membuka hasil cetakan pertama mereka. Rasa kagum dan bangga terlihat ketika pola alami daun muncul jelas pada permukaan kain, menandai keberhasilan proses yang baru mereka pelajari.

Pelatihan ini menandai langkah baru dalam upaya pemberdayaan masyarakat Kariangau. Sinergi antara LPM, Pemerintah Kelurahan, dan pegiat ecoprint diharapkan mampu melahirkan kelompok-kelompok usaha kreatif yang berdaya saing. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi bagi Kariangau untuk dikenal sebagai kawasan penghasil kerajinan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *