WNA Malaysia yang Hilang di Sungai Patek Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian

Tim Gabungan mengevakuasi jasad korban WNA Malaysia yang ditemukan 15 km dari lokasi kecelakaan di Sungai Patek, Tabang.

Loading

Kutai Kartanegara – Setelah tiga hari pencarian intensif, Tim Gabungan akhirnya menemukan Wong Sie Tuong, warga negara Malaysia yang hilang akibat terseret arus Sungai Patek di Kecamatan Tabang. Korban ditemukan Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 14.56 WITA di kawasan Bisin, Desa Umaq Bekuay, atau sekitar 15 km dari lokasi kecelakaan.

Detik-Detik Kecelakaan yang Memakan Korban

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis malam (20/11/2025), saat hujan deras mengguyur wilayah Tabang dan membuat debit Sungai Patek meningkat drastis. Wong Sie Tuong saat itu sedang dalam perjalanan menuju basecamp KM 35 menggunakan mobil Toyota Hilux KT 8689 NO bersama rekannya, Hardie alias Amat.

Mereka beriringan dengan kendaraan lain yang dikendarai saksi Ahmad Ribut Maulana bersama rekannya Sarbani. Setibanya di penyeberangan KM 32 Sungai Patek, arus deras tampak jelas membahayakan. Ahmad Ribut bahkan telah memberikan peringatan agar tidak memaksa menyeberang terlebih dahulu.

Namun, korban tetap mengambil keputusan menerobos arus. Baru beberapa meter masuk ke aliran sungai, mobil langsung terseret deras, berputar, dan air mulai memasuki kabin. Melihat kondisi itu, Ahmad Ribut berteriak, “Ayo bos keluar cepat!” sambil berusaha membantu dari dekat. Ia bahkan sempat meraih tangan korban.

Namun Wong Sie Tuong justru tetap berpegangan kuat pada setir mobil, sebelum akhirnya kendaraan itu tersedot arus dan hilang dalam kegelapan.

Mobil Toyota Hilux milik korban ditemukan dalam kondisi terbalik sekitar 150 meter dari titik kejadian.

Hambatan Pencarian di Tengah Medan Ekstrem

Laporan warga diterima Polsek Tabang pada Jumat pagi. Kapolsek IPTU Aldino Subroto langsung memimpin tim menuju lokasi dengan segala keterbatasan. Cuaca buruk, medan licin, akses terputus, dan tidak adanya sinyal menjadi tantangan utama.

Tim harus menempuh perjalanan melalui jalur kombinasi air dan darat. Dari Logpond KUD Beringin Mulia, mereka menggunakan longboat dan perahu ces untuk menembus derasnya sungai sebelum melanjutkan perjalanan darat.

Pada hari pertama pencarian, mobil korban ditemukan dalam kondisi terbalik, ringsek, dan terseret sekitar 150 meter dari titik awal. Namun jasad korban belum tampak.

75 Personel Dikerahkan, Penyisiran Dilakukan Dua Arah

Memasuki hari kedua, Polres Kutai Kartanegara memperbesar operasi pencarian. Kapolres AKBP Khairul Basyar menerjunkan tim gabungan dari:

  • Polres Kukar, Polsek Tabang, Polsek Kembang Janggut
  • TNI Koramil Tabang
  • Basarnas
  • BPBD Kukar
  • Damkar Tabang
  • Imigrasi Kelas I Samarinda
  • Relawan masyarakat
  • Pihak perusahaan
  • Keluarga korban

Total 75 personel diturunkan, lengkap dengan rubber boat, perahu ces, ambulance, dan kendaraan double cabin. Dua tim dibentuk: satu menyisir dari hulu ke hilir, satu dari hilir ke hulu.

Korban Ditemukan Mengapung

Pada Minggu sore, warga Desa Umaq Bekuay yang turut membantu, bernama Jus, melihat sosok mengapung di tengah aliran sungai. Ketika tim mendekat, dipastikan jasad tersebut adalah Wong Sie Tuong. Korban ditemukan dalam kondisi utuh namun telah membusuk.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi sungai saat itu masih berpotensi banjir bandang. Sekitar pukul 18.00 WITA, jasad berhasil dibawa ke Polsek Tabang menggunakan kantong jenazah.

Petugas mengenali keberadaan jasad korban setelah melihat sosok mengapung di aliran sungai yang melintas di Desa Umaq Bekuay.

Masalah Keimigrasian

Pihak Imigrasi Kelas I Samarinda mencatat korban masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Entikong pada 4 November 2025 menggunakan bebas visa kunjungan. Namun korban tidak memiliki izin tinggal sementara maupun izin kerja.

Operasi SAR Ditutup

Kabagops Polres Kukar menyatakan operasi pencarian resmi ditutup pada Minggu malam setelah jenazah ditemukan. Kepolisian kini menyiapkan laporan penemuan mayat, melengkapi administrasi VER, dan berkoordinasi dengan Divhubinter Polri serta Polda Kaltim.

Keluarga korban yang sudah berada di Balikpapan berencana melakukan kremasi setelah proses pemeriksaan forensik selesai.

Penulis: TIMEditor: TIFA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *