Rusa Sambar dan Semangat Hijau PAMA di Jantung Ibu Kota Nusantara

Kolaborasi lintas sektor untuk pelestarian lingkungan: PAMA, UGM, Otorita IKN, dan pemerintah daerah bersama-sama menjaga ekosistem Wanagama Nusantara.

Loading

IKN, Kalimantan Timur – Di tengah geliat pembangunan megah Ibu Kota Nusantara (IKN), PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menghadirkan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan alam. Melalui program Penangkaran Rusa Sambar di Wanagama Nusantara, perusahaan ini memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus mendukung visi IKN sebagai Forest City.

Lahan seluas lima hektare kini disulap menjadi pusat konservasi eks situ bagi rusa sambar (Rusa unicolor), satwa endemik Kalimantan yang berstatus rentan. Lebih dari sekadar menampung populasi satwa, kawasan ini juga menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat untuk mempelajari ekosistem dan praktik konservasi secara langsung.

Pada puncak kegiatan, Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, secara simbolis menanam pohon bersama Kepala Otorita IKN, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), serta perwakilan Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah. Kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya simbolis, tetapi menjadi langkah awal pemulihan ekosistem di kawasan Wanagama. Abdul Nasir Maksum menegaskan, “Setiap pohon yang kami tanam hari ini adalah investasi bagi generasi mendatang. Ini adalah wujud nyata kepedulian PAMA terhadap lingkungan dan komitmen kami menjaga keanekaragaman hayati.”

Foto bersama Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, dan mitra setelah kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan di IKN.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Program ini bukan hanya tanggung jawab perusahaan. Kerja sama dengan Otorita IKN, UGM, Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal adalah fondasi bagi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Ini adalah komitmen jangka panjang, bukan kegiatan satu hari saja,” ujarnya.

Kepala Otorita IKN menyambut baik inisiatif ini. “Menjaga ekosistem agar tetap hidup adalah kunci. Dukungan PAMA sangat berarti bagi visi IKN sebagai Forest City. Melalui program ini, kami berharap pembangunan kota baru tidak hanya megah secara infrastruktur, tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya.

Pak Basuki mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga alam dan mewujudkan IKN sebagai kota hijau yang berkelanjutan.

Dari sisi akademik, Rektor UGM menyoroti nilai edukatif dan penelitian dari program ini. “Penanaman pohon dan pelepasliaran rusa sambar bukan sekadar seremoni. Ini langkah awal memulihkan rantai ekologi yang sehat. Kawasan ini juga menjadi laboratorium alam untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kami membuka pintu bagi semua pihak, swasta maupun pemerintah, untuk terlibat dan berkontribusi,” jelasnya.

Penangkaran rusa sambar di Wanagama Nusantara ini diharapkan menjadi model konservasi terpadu. Pusat riset, fasilitas pendidikan, dan program rehabilitasi ekosistem saling terintegrasi, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat kapasitas riset nasional hingga internasional, serta mendorong kebijakan berbasis bukti ilmiah untuk mendukung pembangunan Forest City.

Aktivitas penanaman pohon oleh Abdul Nasir Maksum dan jajaran mitra juga menjadi simbol harapan. Setiap batang pohon yang ditanam menjadi bagian dari upaya memulihkan keseimbangan alam, mengurangi jejak pembangunan, dan memastikan bahwa IKN tumbuh sebagai kota yang hijau, lestari, dan harmonis dengan alam.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan, rusa sambar berjalan bebas di kawasan yang kini mulai menghijau. Mereka menjadi simbol bahwa pembangunan modern tidak harus mengorbankan alam. Inisiatif PAMA dan para pemangku kepentingan membuktikan bahwa pembangunan IKN bisa berjalan selaras dengan pelestarian keanekaragaman hayati, warisan berharga bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *