![]()
Balikpapan – Di tengah tantangan era digital dan isu lingkungan yang semakin kompleks, PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kaltim Teluk (UP Kaltim Teluk) terus menghadirkan langkah nyata dalam membangun masyarakat yang berdaya dan adaptif.
Melalui kegiatan “Digitalisasi UMKM: Pelatihan dan Pengelolaan Aplikasi Bank Sampah”, PLN Nusantara Power memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 November 2025, diikuti oleh dua mitra binaan perusahaan, Bank Sampah Bersinar dan Bank Sampah Maju Sejahtera. Tidak hanya sekadar berbagi teori, kegiatan ini juga menghadirkan praktik langsung bersama pemateri dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Bank Sampah Kota Hijau yang membimbing peserta dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk pengelolaan sampah bernilai ekonomis.
Acara dibuka secara resmi oleh Ady Sumardi, perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, yang mengapresiasi langkah PLN Nusantara Power dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan perusahaan seperti PLN Nusantara Power dapat terus berlanjut untuk memperkuat UMKM lokal dan mewujudkan Balikpapan sebagai kota modern yang berbasis ekonomi kreatif dan ramah lingkungan.” ujar Ady Sumardi.
Turut hadir Muhammad Ridwan selaku perwakilan Kelurahan Kariangau, serta Bambang Bagja dari manajemen PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota modern, kreatif, dan ramah lingkungan.
Pada sesi kedua, para peserta diajak memahami nilai tambah ekonomi dari sampah, bagaimana memilah, mengelola, hingga menjualnya kembali melalui sistem digital yang transparan. Edukasi ini menjadi langkah awal menuju transformasi digital Bank Sampah, agar lebih efisien dan mudah diakses masyarakat luas.

Manager PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk, Habib Muhajir, menuturkan bahwa digitalisasi bukan sekadar alat, tetapi fondasi penting menuju keberlanjutan.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk memperkuat keberlanjutan dan transparansi pengelolaan lingkungan. Melalui pelatihan ini, kami berharap Bank Sampah dapat menjadi pionir perubahan menuju ekonomi sirkular di Balikpapan,” ujar Habib Muhajir.
PLN Nusantara Power terus berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung, sejalan dengan misi perusahaan untuk mendukung Green Energy dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui pemberdayaan UMKM berbasis lingkungan, PLN tidak hanya mengelola energi, tetapi juga menyalakan semangat perubahan bagi masyarakat sekitar.












