EKOBIS  

Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan, Insan PLN UIP KLT Jadi Pahlawan Terang di Borneo

Suasana khidmat Upacara Hari Pahlawan 2025 di Kantor PLN UIP KLT, diikuti insan PLN sebagai wujud penghormatan dan semangat melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Loading

Balikpapan – Langit pagi di Lapangan Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terasa berbeda. Di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih, deretan insan PLN berdiri tegap, mengenakan seragam kebanggaan. Bukan sekadar mengikuti upacara, mereka hadir sebagai penerus semangat para pejuang bangsa pahlawan masa kini yang mengabdi lewat cahaya listrik untuk Indonesia.

Dengan tema nasional “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan,” upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 ini berlangsung penuh khidmat. Kegiatan dipimpin oleh Muhammad Ardiansyah, Senior Manager Operasi Konstruksi I PLN UIP KLT, dan diikuti oleh seluruh pegawai PLN UIP KLT serta perwakilan PLN Group Kalimantan.

Dalam suasana yang sarat makna, Muhammad Ardiansyah membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang mengingatkan seluruh peserta tentang arti sejati kepahlawanan di era modern.

“Para pahlawan mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Ia lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, dan keikhlasan,” ujar Ardiansyah dalam amanat tersebut.

Ia menekankan, perjuangan masa kini bukan lagi di medan perang, melainkan di medan pengabdian—melawan ketertinggalan, kebodohan, dan kesenjangan dengan ilmu, semangat, dan empati.

Dalam amanat itu pula disebutkan tiga nilai utama yang diwariskan para pahlawan: kesabaran dalam menghadapi tantangan, menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan berpikir jauh ke depan demi generasi mendatang. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat PLN dalam menjalankan tugas menghadirkan terang hingga pelosok negeri.

Selesai upacara, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan pesan inspiratif yang menggema di hati seluruh peserta.

“Pahlawan sejati bukan hanya mereka yang berperang di masa lalu, tetapi juga mereka yang hari ini berjuang membangun negeri melalui proyek-proyek ketenagalistrikan,” ungkap Basuki.

Baginya, setiap menara transmisi yang berdiri kokoh, setiap kabel yang terbentang, dan setiap gardu induk yang beroperasi adalah simbol perjuangan nyata insan PLN yang menghidupkan Indonesia dari balik jaringan listrik.

“Perjuangan kami tidak selalu mudah,” lanjutnya. “Kami menembus hutan, melintasi sungai, mendaki bukit, bahkan bermalam di lokasi terpencil demi memastikan pembangunan infrastruktur berjalan. Itulah pengabdian kami, menjaga agar cahaya tidak pernah padam.”

Hingga kini, PLN UIP KLT terus menuntaskan berbagai proyek penting di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Beberapa proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Gardu Induk (GI) telah berhasil energize, memperkuat konektivitas energi lintas provinsi. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya besar PLN untuk menciptakan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan merata.

“Listrik adalah denyut nadi peradaban,” tegas Basuki. “Dan kita adalah penjaganya. Kita melanjutkan perjuangan para pahlawan, bukan dengan senjata, tetapi dengan kerja, dedikasi, dan pelayanan untuk negeri.”

Momentum Hari Pahlawan menjadi refleksi bagi seluruh insan PLN untuk terus menyalakan semangat juang di setiap langkah pengabdian. Di balik setiap kilatan listrik yang menerangi rumah, sekolah, dan rumah sakit, tersimpan kisah pengorbanan, kerja keras, dan harapan.

Insan PLN UIP KLT berdiri sebagai pahlawan modern, menjaga cahaya tetap hidup di Bumi Kalimantan, demi Indonesia yang semakin terang, tangguh, dan berdaulat energi.

Penulis: TIMEditor: TIFA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *